KENDARI, Portal.id — Kasus perundungan serta penganiayaan siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah menjadi sorotan publik.
Tindakan penganiayaan yang dialami korban berinisial AR (16) itu terjadi pada Selasa (19/3/2024), sekira pukul 12.30 WITA di sebuah gudang kosong. Kasus ini pun sampai ke meja Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup.
Didampingi Lurah Tondonggeu, Pj Wali Kota menyambangi rumah korban, Sabtu (23/3) melihat langsung kondisi korban.
Nenek korban, Ruha menuturkan kondisi sang cucu saat sangat drop, masih terbaring lemah di dalam kamar pasca insiden penganiayaan yang dialami.
“Masih terbaring di dalam (kamar) pak, tadi saja ini baru-baru pingsan lagi kasian,” ujar nenek korban kepada Pj Wali Kota.
Sementara itu, Muhammad Yusup menyampaikan rasa prihatin dan simpati atas kejadian perundungan tersebut.
Ia menginstruksikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera membawa korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, agar segera mendapat perawatan intensif, melihat kondisi korban yang memprihatinkan.
“Langkah awal yang kita lakukan adalah menangani korban, kita berikan perawatan agar pulih kembali apalagi korban ini masih kelas 3 SMP sebentar lagi ujian. Saya selaku wali kota akan bertanggung jawab untuk memberikan perawatan di rumah sakit Abunawas,” tegas Yusup.
Mantan Pj Bupati Konawe Kepulauan (Konkep) itu berpesan, peran orang tua dan masyarakat dalam melakukan pengawasan kepada anak-anak lebih ditingkatkan lagi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.
Laporan Ferito Julyadi