#Headline

Pantauan Hilal di Pantai Anaiwoi Kolaka Tidak Terlihat, Lebaran Idul Fitri Dipastikan 22 April

×

Pantauan Hilal di Pantai Anaiwoi Kolaka Tidak Terlihat, Lebaran Idul Fitri Dipastikan 22 April

Sebarkan artikel ini

Kolaka portal.id – Tim rukyat hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memantau secara langsung hilal penentuan awal bulan Ramadhan 1444H/2023 M, Rabu (20/4/23).

Pemantauan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dan di Sulawesi Tenggara di pusatkan di Pantai Anaiwoi Kec. Tanggetada Kab. Kolaka.

Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Sultra, Abdul Rauf mengatakan untuk hasil pemantauan tim rukyat hingga proses selesai, hilal tidak dapat dilihat karena tertutup awan tebal namun demikian posisi sudah berada di atas ufuk.

Menurut data hisab, lanjut Abdul Rauf, hilal berada diposisi (+) 1.337°  (diatas ufuk), Horison ufuk hakiki, posisi hilal (+) 1.24°, dengan sudut elongasi 1.79°.

“Berdasarkan Hasil hisab dan rukyat tersebut, dan implementasi imkanul rukyat dengan kriteria baru Mabims yang dipedomani serta visibilitas hilal belum dapat dilihat karena ketinggian hilal sesuai kriteria Mabims tidak bisa rukyat,” terangnya.

Namun demikian kata dia, penentuan awal bulan Syawal 1444 H akan ditentukan pada sidang isbat awal bulan yang dipimpin oleh Menteri Agama di Jakarta.

“Setelah melakukan pemantauan, hasil rukyat tersebut akan dikirim sebagai bahan laporan dalam sidang Isbat penentuan awal Syawal 1444 H,” katanya.

Plt. Kakanwil Kemenag Sultra yang juga Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, H. Zainal Mustamin dalam sambutannya mengatakan pada sore ini pelaksanaan rukyatul hilal satu dari 123 titik di seluruh Indonesia dan akan dilaporkan hasilnya kepada pemerintah pusat.

“Olehnya itu, tugas kita tidak memutuskan dan menyampaikan informasi waktu sampai pelaksanaan sidang isbat selesai. Jadi kita masih diminta bersabar menunggu selesainya sidang isbat untuk menghimpun data rukyatul hilal yang masuk dari semua perukyat yang ada di 123 titik seluruh Indonesia termasuk kita yang ada ditempat ini,” ujarnya.

Kakanwil menghimbau seluruh informasi terkait waktu penetapannya tidak kita sampaikan sebelum pemerintah melalui Kementerian Agama selesai melaksanakan sidang isbat.

“Hari ini kita bersama-sama melakukan, melaksanakan rukyatul Hilal di tempat ini Terima kasih kepada seluruh pihak dan yang kita Hilal kita ruqyah ini Hilal bulan muda. karena Alquran menyebutkan istilah bulan itu ada tiga istilahnya ada Syahrul ada Qamar dan ada Hilal,” katanya.

Menurut dia, kalau syahrun itu bulan yang menunjukkan durasi 29 atau 30 hari Al Quran menyebutnya  Syahru ramadhana fihil Quran, Qamar itu yang berdedar dari waktu ke waktu yang ketiga hilal bagian dari qamar yang mudanya.

“Hilalnya yang hari ini kita amati namun tetap menunggu keputusan pemerintah meskipun nantinya terdapat perbedaan dan hal ini bukan menjadi permasalah dan saling menjadi pengkayaan yang saling menghargai dan menghormati,” pungkasnya.

Tim yang melaksanakan rukyatul hilal awal dzulhijjah 1441H, antara lain, H. Muslim, Ketua NU Sultra, Abdul Rauf s.sos, (Kanwil Kemenag Sultra), H. Agus Ramadhan (Kemenag Kab. Kolaka) Ilham ST, PMG Pertama Stasiun Geofisika Kendari (BMKG) yang telah disumpah oleh hakim pengadilan agama.

Hadir dalam pemantauan tersebut, Ketua Pengadilan Agama Kab. Kolaka, Pemda Kab. Kolaka, unsur TNI/Polri, Wakil Ketua Depan Pertimbangan MUI Sultra, KH. Ryha Madi Ketua MUI Sultra, KH. Mursyidin Ketua PWNU, KH. Muslim, Pejabat Administrator Kanwil, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota se Sultra, Pemerintah Daerah Kab. Kolaka dan segenap tim rukyatul hilal.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id
#Headline

Pantauan Hilal di Pantai Anaiwoi Kolaka Tidak Terlihat, Lebaran Idul Fitri Dipastikan 22 April

×

Pantauan Hilal di Pantai Anaiwoi Kolaka Tidak Terlihat, Lebaran Idul Fitri Dipastikan 22 April

Sebarkan artikel ini

Kolaka portal.id – Tim rukyat hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memantau secara langsung hilal penentuan awal bulan Ramadhan 1444H/2023 M, Rabu (20/4/23).

Pemantauan ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia dan di Sulawesi Tenggara di pusatkan di Pantai Anaiwoi Kec. Tanggetada Kab. Kolaka.

Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Sultra, Abdul Rauf mengatakan untuk hasil pemantauan tim rukyat hingga proses selesai, hilal tidak dapat dilihat karena tertutup awan tebal namun demikian posisi sudah berada di atas ufuk.

Menurut data hisab, lanjut Abdul Rauf, hilal berada diposisi (+) 1.337°  (diatas ufuk), Horison ufuk hakiki, posisi hilal (+) 1.24°, dengan sudut elongasi 1.79°.

“Berdasarkan Hasil hisab dan rukyat tersebut, dan implementasi imkanul rukyat dengan kriteria baru Mabims yang dipedomani serta visibilitas hilal belum dapat dilihat karena ketinggian hilal sesuai kriteria Mabims tidak bisa rukyat,” terangnya.

Namun demikian kata dia, penentuan awal bulan Syawal 1444 H akan ditentukan pada sidang isbat awal bulan yang dipimpin oleh Menteri Agama di Jakarta.

“Setelah melakukan pemantauan, hasil rukyat tersebut akan dikirim sebagai bahan laporan dalam sidang Isbat penentuan awal Syawal 1444 H,” katanya.

Plt. Kakanwil Kemenag Sultra yang juga Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama, H. Zainal Mustamin dalam sambutannya mengatakan pada sore ini pelaksanaan rukyatul hilal satu dari 123 titik di seluruh Indonesia dan akan dilaporkan hasilnya kepada pemerintah pusat.

“Olehnya itu, tugas kita tidak memutuskan dan menyampaikan informasi waktu sampai pelaksanaan sidang isbat selesai. Jadi kita masih diminta bersabar menunggu selesainya sidang isbat untuk menghimpun data rukyatul hilal yang masuk dari semua perukyat yang ada di 123 titik seluruh Indonesia termasuk kita yang ada ditempat ini,” ujarnya.

Kakanwil menghimbau seluruh informasi terkait waktu penetapannya tidak kita sampaikan sebelum pemerintah melalui Kementerian Agama selesai melaksanakan sidang isbat.

“Hari ini kita bersama-sama melakukan, melaksanakan rukyatul Hilal di tempat ini Terima kasih kepada seluruh pihak dan yang kita Hilal kita ruqyah ini Hilal bulan muda. karena Alquran menyebutkan istilah bulan itu ada tiga istilahnya ada Syahrul ada Qamar dan ada Hilal,” katanya.

Menurut dia, kalau syahrun itu bulan yang menunjukkan durasi 29 atau 30 hari Al Quran menyebutnya  Syahru ramadhana fihil Quran, Qamar itu yang berdedar dari waktu ke waktu yang ketiga hilal bagian dari qamar yang mudanya.

“Hilalnya yang hari ini kita amati namun tetap menunggu keputusan pemerintah meskipun nantinya terdapat perbedaan dan hal ini bukan menjadi permasalah dan saling menjadi pengkayaan yang saling menghargai dan menghormati,” pungkasnya.

Tim yang melaksanakan rukyatul hilal awal dzulhijjah 1441H, antara lain, H. Muslim, Ketua NU Sultra, Abdul Rauf s.sos, (Kanwil Kemenag Sultra), H. Agus Ramadhan (Kemenag Kab. Kolaka) Ilham ST, PMG Pertama Stasiun Geofisika Kendari (BMKG) yang telah disumpah oleh hakim pengadilan agama.

Hadir dalam pemantauan tersebut, Ketua Pengadilan Agama Kab. Kolaka, Pemda Kab. Kolaka, unsur TNI/Polri, Wakil Ketua Depan Pertimbangan MUI Sultra, KH. Ryha Madi Ketua MUI Sultra, KH. Mursyidin Ketua PWNU, KH. Muslim, Pejabat Administrator Kanwil, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota se Sultra, Pemerintah Daerah Kab. Kolaka dan segenap tim rukyatul hilal.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id