Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berkomitmen untuk mengembalikan kejayaan Tempat Pemrosesan Akhir (PA) Sampah Puuwatu sebagai TPA terbaik di Indonesia.
Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu, mengatakan berdasarkan hasil laporan rutin Capaian Kinerja Pj Wali Kota Kendari setiap tiga bulan triwulan dua di Kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Rabu (17/5/23) mendapatkan apresiasi dari tim evaluator.
“Dalam kesempatan itu, tim ejuga menyampaikan masukkan bagi pemerintah kota Kendari yaitu bagaimana mengembalikan kejayaan TPA Puuwatu Kendari disepuluh tahun yang lalu, agar bisa betul-betul kembali berjaya, sehingga menjadi referensi bagi daerah lain di Indonesia bagi pengelolaan sampah,” kata Asmawa.

Menurut Tim evaluator kata Asmawa, keberadaan TPA Sampah Puuwatu pernah menjadi tujuan dan rujukan studi banding bagi-daerah-daertah lain di Indonesia dalam hal pengelolaan sampah.
“Insyaallah itu menjadi pemicu dan pemacu bagi pemerintah kota, apalagi dengan sudah dibentuknya UPTD Pengelolaan sampah di Kota Kendari dalam rangka melaksanakan perda pengelolaan sampah,” kata Asmawa Tosepu.
Dengan pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) kata dia, maka ada berbagai potensi yang besar yang bisa dikembangkan dan diperoleh.
“Termasuk potensi menghasilkan pendapatan juga, karena kita punya mesin Incenerator tapi tidak bisa digunakan khususnya yang ada di RSUD kota Kendari, karena untuk digunakan secara umum harus di TPA,” katanya.

Menurut Asmawa untuk menggunakan Incenerator dalam mengelolah sampah salah satu persyaratannya diharuskan melalui UPTD.
“Intinya, kita ingin mengembalikan masa kejayaan TPA Sampah Puwatu di kota Kendari ini seperti yang lalu, dimana kita bisa sambil ngopi, makan pisang goreng di TPA, saya punya obsesi seperti itu,” tutupnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber pemberitaan, sekitar 2015 lalu, Tempat pemrosesan akhir (TPA) Puuwatu Kendari menjadi referensi pengelolaan sampah terbaik di Indonesia sehingga ramai dikunjungi berbagai daerah yang hendak studi banding.

TPA Puuwatu merupakan TPA dengan pengelolaan sampah yang terbaik, sebab menghasilkan terobosan baru yakni pemanfaatan gas metan untuk sumber energi listrik.
Gas metan yang dihasilkan di TPA Puuwatu dapat dijadikan bahan bakar bagi unit-unit genset sehingga dapat menhasilkan listrik yang digunakan oleh masyarakat yang tinggal di kampung mandiri energi.
Ditempat itu, dilakukan penataan pada indikator sistem pembuangan sampah dengan cara sarilensi, pengelolaan sampah, pengelolaan gas metan, di tambah lagi dengan jembatan timbang serta penghijauan sehingga dapat menciptakan TPA yang hijau dan bebas dari bau busuk.

TPA Puuwatu menjadi salah satu andalan daerah tersebut saat itu untuk mempertahankan penghargaan Adipura yang diraihnya selama lima tahun berturut-turut dan satu kali mendapat penghargaan Adipura Kencana.
Hingga pertengahan tahun 2016, Dinas terkait Pemkot Kendari saat itu mencatat sudah sekitar 45 kabupaten, kota maupun Propinsi yang pernah berkunjung di TPA Puuwatu, sejumlah pejabat dari beberapa kementrian juga sudah pernah menginjakkan kakinya di lokasi ini, termasuk menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bahkan dalam buku tamu pengelola TPA tercatat 2 lembaga dari luar negri yang juga berkunjung yakni UNESCO-IHE dari Amerika Serikat dan GIZ dari Jerman, serta Wakil Walikota Larochelle Prancis.
Bahkan, Kota Malang yang sebelumnya menjadi tempat studi banding pemerintah kota Kendari, maka saat itu mereka yang melakukan studi banding ke Kendari karena, TPA Puuwatu bisa menghasilkan energi listrik.(ADV)






