#HeadlineFokus RedaksiKesehatan & Gaya Hidup

Kejar Target Penurunan Stunting, BKKBN Sultra Perkuat Layanan Faskes KB

×

Kejar Target Penurunan Stunting, BKKBN Sultra Perkuat Layanan Faskes KB

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara menyelenggarakan Pertemuan Orientasi Peningkatan Pelayanan KB Pasca persalinan untuk Mendukung Percepatan Penurunan Stunting dan mengejar target angka prevalensi stunting 14 % pada tahun 2024.

“Penguatan layanan KB di faskes sangat penting untuk mencapai target angka prevalensi stunting yang dicanangkan pemerintah,” kata Kepala Perwakilan BKKBN Sultra, Drs. Asmar, M.Si di saat memberikan sambutan pada saat membuka Pertemuan Orientasi Peningkatan Pelayanan KB Pasca persalinan di Hotel Plaza Inn Kendari, Senin lalu, 19/8/2024.

Lanjut Asmar mengatakan, untuk mencapai hal itu BKKBN gencar mensosialisasikan dan membuka Orientasi Peningkatan Kapasitas Pelayanan KB bagi Tenaga Kesehatan di faskes, jejaring dan jaringan di Puskesmas.

Menurut Asmar, pada rencana strategis BKKBN 2020-2024 100% Ibu Bersalin di Fasyankes mendapatkan Konseling KBPP. 70% ibu bersalin menggunakan KBPP dengan 50% menggunakan KB MKJP.

“Melihat kondisi ini, perlu dilakukan penguatan akses dan kualitas layanan KB, salah satu melalui peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Faskes, Jaringan dan jejaring dalam memberikan layanan KB,” ujar Asmar.

Prevalensi Penggunaan Kontrasepsi di Provinsi Sulawesi Tenggara masih didominasi oleh KB Suntik, namun alat kontrasepsi jangka panjang seperti Implant sudah mulai mengalami peningkatan pemakaian. Oleh karena itu Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara menyampaikan kepada Penyuluh Keluarga Berencana untuk menggiatkan KIE terhadap Masyarakat agar Penggunakan Kontrasepsi Modern di Provinsi Sulawesi Tenggara mengalami peningkatan.

Sementara itu, dr. Zamhir Setiawan, M. Epid, Direktur Bina Akses Pelayanan KB BKKBN RI sebagai narasumber menyampaikan, bahwa KB Pasca Persalinan adalah pelayanan KB yang diberikan setelah persalinan sampai dengan kurun waktu 42 hari, dengan tujuan mengatur jarak kelahiran, jarak kehamilan dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan, sehingga setiap keluarga dapat merencanakan kehamilan yang aman dan sehat.

BKKBN telah menyediakan beragam alat dan obat kontrasepsi untuk kebutuhan pelayanan KB Pasca Persalinan dengan kualitas yang lebih baik dan tidak memiliki efek samping kepada ibu menyusui.

Peserta pertemuan ini, Penyuluh Keluarga Berencana dan Bidan Fasyankes yang melayani KB Pascapersalinan.

Penulis : Mujahidin (Humas BKKBN Sultra)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id