Kendari, portal.id – Kakanwil Kemenag Provinsi Sultra, H. Muhamad Saleh membuka kegiatan Workshop Pengelola Perpustakaan Masjid Tingkat Provinsi Sultra, di Hotel Plaza Kubra Kendari, Rabu, (27/8/2025).
Hadir, Kasubdit Kepustakaan Islam Direktorat Urais dan Bina Syariah Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Hj. Nur Rahmawati bersama tim, Sejumlah Pejabat Administrator Kanwil Kemenag Sultra, Katim Kerja, JFT dan Pelaksana Bidang Urais Kanwil Kemenag Sultra, Ketua Pengelola Perpustakaan Masjid bersama Operator Aplikasi Elipski pada Kantor Kemenag Kab/Kota se Sultra.
Muhamad Saleh mengatakan, Workshop tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk menjadikan masjid bukan hanya sebagai pusat ibadah mahdhah, tetapi juga sebagai pusat peradaban, literasi dan pemberdayaan umat.
Saleh memaparkan, Perpustakaan masjid memiliki beberapa peran strategis. Pertama, menumbuhkan budaya literasi umat agar masyarakat gemar membaca, menambah ilmu, serta memperluas wawasan keislaman dan kebangsaan.
“Kedua, mendukung fungsi masjid sebagai pusat pendidikan umat. Tidak hanya tempat shalat, tetapi juga sarana pembelajaran, dakwah dan pengembangan keilmuan,” ungkapnya.
Ketiga, lanjut Saleh, menguatkan moderasi beragama melalui koleksi bacaan yang sehat, menyejukkan dan mendidik, sehingga umat terhindar dari pemahaman ekstrem dan sempit.
“Tantangan di era digital saat ini begitu besar. Masyarakat, khususnya generasi muda, sangat akrab dengan gawai dan media sosial. Jika perpustakaan masjid dikelola secara baik, kreatif dan inovatif, maka ia dapat menjadi ruang alternatif positif untuk belajar, membaca dan berdiskusi,” ujarnya.
Dengan begitu, kata Saleh, masjid benar-benar hidup sebagai rumah peradaban yang melahirkan umat yang cerdas, berakhlak dan berdaya saing.
Saleh berpesan, agar kualitas pengelolaan perpustakaan masjid terus ditingkatkan dengan manajemen yang profesional, serta dilengkapi dengan koleksi bacaan literatur keagamaan, kebangsaan, serta ilmu pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan umat.
Saleh mengimbau, untuk memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan layanan perpustakaan, misalnya dengan katalog online atau perpustakaan digital sederhana. Serta menjadikan perpustakaan masjid sebagai ruang ramah anak, ramah remaja dan ramah jamaah.
“Semoga workshop ini mampu melahirkan pengelola perpustakaan masjid yang andal, kreatif serta mampu menjadikan masjid sebagai pusat literasi dan peradaban,” tandasnya.






