Kolaka Timur, portal.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Kependudukan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Provinsi Sulawesi Tenggara berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Prov. Sultra menggelar kegiatan bertajuk Fasilitasi, Pembimbingan, Pengembangan dan Penyiapan Pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Lembah Mowewe, tepatnya di Kelurahan Inebenggi Kecamatan Mowewe Kabupaten Kolaka Timur pada hari ini (10/09/2025).
Menurut Kepala Dinas P3APPKB Prov. Sultra, Dr.Hj.Zanuriah, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menurunkan angka stunting di Provinsi Sulawesi Tenggara yang saat ini masih tinggi 19,8 persen sesuai data SSGI 2024.
“Pemerintah Prov. Sultra konsisten untuk terus mengamati perkembangan hingga turun ke lapangan, bertemu langsung dengan masyarakat khususnya Keluarga Risiko Stunting/KRS untuk menyampaikan pemahaman tentang konsep 1000 HPK.” Tegas Zanuriah dalam sambutannya saat membuk kegiatan tersebut.
Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga Advokasi Komunikasi Informasi Edukasi dan Kehumasan (halakiemas) Perwakilan BKKBN Prov. Sultra, Dr.H.Mustakim, juga menyampaikan materi tentang Advokasi KIE dalam Percepatan Penurunan Stunting.

“Tolong ibu-ibu setelah mengikuti kegiatan ini agar dapat melakukan KIE juga kepada keluarganya, tetangganya atau kenalannya yang lain agar mereka juga paham konsep 1000 HPK ini. Dengan cara begitu ibu telah turut membantu kemanusiaan dalam rangka menyelamatkan generasi masa depan bangsa,”Kata doktor manajemen lulusan UHO yang sejak 2025 juga dipercaya sebagai Ketua Tim Pengendali GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).
Pemateri lainnya adalah Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kolaka Timur, Jumaeda, SKM, dan salahsatu ASN dari Dinas Kesehatan Kolaka Timur dengan jabatan Fungsional Adminkes Ahli Muda, Dahlia Yuli Astuti, S.SiT., MPH, yang lebih banyak menyampaikan tentang masalah gizi.
Jumlah seluruh peserta dalam kegiatan tersebut sebanyak 90 orang terdiri dari para calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan ibu pemilik anak bawah dua tahun (baduta).
Kegiatan tersebut berlangsung secara panel dengan moderator Camat Mowewe, Marwan.






