Konawe Selatan, portal.id – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara terus memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok sasaran berjalan tepat sasaran. Salah satunya melalui kegiatan monitoring dan evaluasi penyaluran MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang dilaksanakan di Desa Cialam Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, pada Selasa, 13/12/2025.
Kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan kualitas, ketepatan sasaran, serta kelancaran distribusi paket MBG kepada keluarga berisiko stunting. Perwakilan BKKBN Sultra bersama Penyuluh KB, Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta kader KB melakukan peninjauan langsung ke lokasi penyaluran dan berdialog dengan penerima manfaat.
Berdasarkan data hasil pendampingan di Desa Cialam Jaya, jumlah sasaran penerima MBG sebanyak 189 orang, terdiri dari 18 ibu hamil, 35 ibu menyusui, dan 136 balita non-PAUD. Seluruh sasaran tersebut telah terdata dalam data Keluarga Resiko Stunting (KRS) by name by address BKKBN dan menjadi prioritas intervensi gizi dalam rangka percepatan penurunan stunting.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara melalui yang di wakili oleh Ketua Tim Kerja Hubungan Antar Lembaga, KIE, Advokasi dan Kehumasan (HALAKIEMAS), Mujahidin bersama Tim, menyampaikan bahwa program MBG merupakan bagian dari strategi intervensi sensitif dan spesifik dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga berisiko stunting.
“Program MBG ini tidak hanya memastikan asupan gizi bagi ibu dan anak, tetapi juga menjadi sarana edukasi gizi keluarga. Karena itu, kami memastikan distribusinya tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan,” ujarnya.
Dalam monitoring tersebut, tim juga melakukan pengecekan komposisi menu MBG yang disalurkan. Paket MBG yang diberikan mengandung sumber karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayuran, serta buah, yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Selain pemantauan penyaluran, BKKBN Sultra juga memberikan penguatan peran kader KB dan TPK agar terus melakukan pendampingan keluarga, pemantauan konsumsi MBG, serta edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di tingkat rumah tangga dan terutama pendistribusian yang higienis.
“Bila distribusi terlambat sore hari dari MBG, mohon di koordinasikan kembali terutama saat kondisi cuaca yang tidak menentu, apakah masih layah atau tidak, karena ini sensitif untuk ibu hamiln ibu menyusui dan balita, Kalau memang potensi basi itu lebih dikomunikasikan atau dikembalikan saja
,” paparnya.
Melalui kegiatan monitoring ini, BKKBN Sultra menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelaksanaan program MBG sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga sehat, anak tumbuh optimal, dan Sulawesi Tenggara bebas stunting menuju generasi emas 2045.
Penulis : Nahdya (Humas BKKBN Sultra)






