Kendari, portal.id – Kakanwil Kemenag Provinsi Sultra, H. Mansur, S. Pd., MA, memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penilaian Mandiri Pembangunan Zona Integritas (PMPZI) dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja lingkup Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenag Sultra, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Pejabat Administrator Kanwil Kemenag Sultra, Kepala Kantor Kemenag Kab/Kota se Sultra, Kepala MAN dan MTsN se Sultra, Tim Kerja Perencanaan dan Tim Kerja Ortala Kanwil Kemenag Sultra.
Dalam sambutannya, Kakanwil menyampaikan jika PMPZI bertujuan untuk memperbaiki kinerja. Pemimpin harus memiliki tanggung jawab, memikul amanah, berintegritas dan siap melayani.
“Pemimpin itu harus berjanji secara moral dan mengikrarkan kepemimpinan, bahwa pemimpin tidak hanya sekedar mendapatkan jabatan tapi memiliki tanggungjawab, amanah, menjaga integritas dan siap melayani. Mampu mengukur kualitas pelayanan melalui PMPZI, karena disitu semua pekerjaan dipotret,” ungkapnya.
Kakanwil juga menekankan, pemimpin harus memiliki kemampuan mengkoordinir, siap melayani, serta senantiasa memiliki inovasi atau berpikir lain. Mentransformasikan layanan dan mengarahkan anggotanya agar masing-masing bekerja pada area yang jelas.
“Setelah bekerja, harus siap diukur. Pekerjaan kita harus bisa dipertanggungjawabkan. Standar kompetensi harus lebih dioptimalkan, jangan pernah membuat standar pekerjaan dibawah rata-rata. Pikirkan perubahan yang harus ditingkatkan ditahun ini agar organisasi lebih bermakna bagi umat dan bangsa,” tegas Mansur.
Ia menyinggung, ZI bukan hanya dikerjakan oleh segelintir orang, namun harus menggerakkan organisasi dan semua elemen. Menurutnya, ZI adalah perjalanan peradaban birokrasi. Bagaimana birokrasi akan dihargai orang, masyarakat dan mendapatkan simpati, kuncinya adalah pada ZI.
“Untuk mewujudkan hal ini, harus dimulai dengan kejujuran dalam menilai diri sendiri, sebagai fondasi utama dalam ZI. Kita harus memperbaiki diri kita, baik dari struktur kerja, dengan menggerakkan orang dan memberikan layanan yang transparan,” ujar Mansur.
Selain itu, lanjutnya, perlunya memperbaiki budaya kerja, disiplin, tanggungjawab dan kolaborasi, karena tidak ada pekerjaan yang sukses jika tidak ada kolaborasi.
“Jadikan integritas sebagai mata air dari seluruh kinerja. Dengan submit PMPZI dapat dilihat target kinerja kita baik atau tidak, layanan maksimal atau tidak. Dalam pelayanan kita tidak boleh menjauhkan diri dari kepekaan sosial, dan tidak mematikan nurani,” terang Mansur.
Mansur menyampaikan, Kemenag Kab/Kota sebagai wajah Kemenag di daerah, disanalah publik akan menilai apakah Kemenag hadir dengan ramah atau tidak, layanan diberikan dengan adil atau tidak atau apakah pendidikan dikelola dengan hati. Karenanya, hal tersebut patut menjadi catatan penting untuk mendorong terwujudnya PMPZI.
Dalam rangka mendorong PMPZI agar bisa berhasil dimasa yang akan datang,. Mansur menitipkan beberapa pesan. Pertama agar memulai perubahan dari diri sendiri. Memulai dari keteladanan pemimpin.
Kedua, mengubah cara berpikir, bukan hanya bekerja tapi mengacu pada Asta Protas Kemenag Berdampak.
Ketiga, menjadikan setiap pekerjaan menjadi ibadah sosial sehingga jajaran Kemenag Sultra bisa bekerja dengan jujur, tulus, mengurangi penyimpangan-penyimpangan mengutamakan transparansi dan siap dievaluasi.
Keempat, membuat legacy atau warisan sistim, agar siapapun yang datang sistim itu tetap digunakan.
“Mari jadikan evaluasi kinerja, menjadi kompas harian kita dalam bekerja dan ZI kita jadikan sebagai jalan lurus pengabdian.
Semoga semua bisa mempraktekkan birokrasi Kemenag hingga di unit terkecil yang bersih melayani, berintegritas dan berkeadaban. Serta melalui PMPZI kita bisa menciptakan kesejahteraan dan bekerja dengan akal, hati dan nurani,” tandasnya.
Dikesempatan tersebut, Kakanwil menyerahkan sejumlah penghargaan kepada Satker dengan nilai kinerja anggaran terbaik serta melaunching aplikasi Digitalisasi Layanan pada Kanwil Kemenag Sultra, untuk menjadikan layanan lebih cepat, akurat, efektif dan efisien”






