Kendari, portal.id – Sebanyak 12.000 balita di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berpotensi berisiko stunting.
Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Sinergitas Pembangunan Kota Kendari dengan Program Strategis dan Prioritas Nasional tahun 2026, yang dipimpin langsung Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Rabu (4/2/2026).
Dalam rapat tersebut, Wali Kota Kendari yang didampingi Wakil Wali Kota Kendari Sudirman menekankan bahwa pentingnya menangani masalah stunting secara serius.
“Untuk itu, mari kita bersama-sama menjaga yang 12 ribu ini, supaya tidak terjadi kasus yang baru,”ajaknya.
Dikesempatan itu, Wali Kota menekankan semua dinas terkait untuk bekerja ekstra mengurus stunting. Baik dalam hal tracking, identifikasi hingga penanganan.
Wali Kota juga meminta Sekda Kota Kendari sebagai Ketua Satgas Stunting beserta 12 dinas terintegrasi untuk bertindak cepat dalam penanganan stunting tersebut.
“Stunting ini program nasional, harus betul-betul ditangani secara serius, mulai dari tingkat kota, kecamatan maupun tingkat kelurahan, dengan harapan Kota Kendari zero Stunting,” pungkasnya
Diketahui, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari jumlah kasus stunting per Desember 2025 mencapai 462 anak.






