Kendari, portal.id — Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Amal Bhakti Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara dalam kegiatan zikir mingguan yang rutin digelar sebagai bagian dari pembinaan rohani Aparatur Sipil Negara (ASN). Kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi diarahkan sebagai penguatan fondasi spiritual dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Dalam tausiyahnya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, menegaskan bahwa inti dari seluruh aktivitas manusia, termasuk tugas birokrasi, adalah ibadah kepada Allah SWT. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Adz-Dzariyat ayat 56: “Wa ma khalaqtul-jinna wal-insa illa liya‘budun” — tidaklah jin dan manusia diciptakan kecuali untuk beribadah.
Menurutnya, ayat tersebut harus menjadi kesadaran kolektif ASN Kementerian Agama.
“Kita ini bukan sekadar pegawai administrasi. Kita adalah pelayan umat yang membawa misi ibadah dalam setiap keputusan, tanda tangan, dan kebijakan. Jika orientasi kita lurus karena Allah, maka pekerjaan kita bukan hanya selesai secara administratif, tetapi juga bernilai di sisi-Nya,” tegas H. Mansur.
Ia juga mengingatkan bahwa zikir bukan hanya aktivitas lisan, tetapi pengingat arah hidup. Mengutip QS. Ali ‘Imran ayat 190–191 tentang ulul albab, H. Mansur menekankan pentingnya keseimbangan antara zikir dan tafakkur.
“ASN Kementerian Agama harus menjadi pribadi yang berzikir dalam setiap keadaan dan berpikir strategis dalam setiap kebijakan. Spiritualitas tanpa profesionalitas akan lemah. Profesionalitas tanpa spiritualitas akan kering,” lanjutnya.
Kegiatan zikir mingguan ini dirancang sebagai ruang refleksi agar setiap pegawai mampu melakukan evaluasi diri: apakah bertambahnya usia diiringi dengan bertambahnya amal dan integritas, atau justru sebaliknya. Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pelayanan publik adalah bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.
H. Mansur menutup arahannya dengan pesan tegas: “Jika kita memahami bahwa tugas kita adalah ibadah, maka tidak ada ruang untuk korupsi waktu, tidak ada ruang untuk pelayanan setengah hati, dan tidak ada ruang untuk bekerja tanpa integritas. Kita ingin Sulawesi Tenggara tidak hanya maju secara administratif, tetapi juga kuat secara spiritual.”
Zikir mingguan Kanwil Kemenag Sultra diharapkan terus menjadi energi kolektif dalam membangun birokrasi yang bersih, melayani, dan berorientasi pada nilai-nilai ilahiah — sehingga setiap langkah kerja menjadi investasi akhirat sekaligus kontribusi nyata bagi masyarakat.






