NEW YORK, portal.id – Pemerintah Republik Indonesia menegaskan komitmen kuatnya dalam mendorong agenda kependudukan dan pembangunan global pada pertemuan UN Commission on Population and Development (UN-CPD) Session ke-59 yang berlangsung di Markas Besar PBB, New York, pada 13–17 April 2026.
Delegasi Indonesia dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Pengendalian Penduduk, Dr.Eng. Bonivasius Prasetya Ichtiarto. Dalam pernyataan nasionalnya, Bonivasius menyampaikan bahwa Indonesia telah meluncurkan Desain Besar Pembangunan Kependudukan periode 2025–2045, yang diperkuat oleh Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) tahap satu tahun 2025–2029.
“Kebijakan ini diimplementasikan hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota, memastikan dinamika kependudukan terintegrasi menyeluruh dalam perencanaan pembangunan lintas sektor,” ujar Bonivasius, Senin (13/4/2026).
Indonesia juga menekankan pentingnya kerja sama multilateral dalam menghadapi tantangan global, termasuk percepatan transisi demografi dan peningkatan proporsi penduduk lanjut usia.
Transformasi Digital dan Riset Jadi Fokus Utama
Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan pentingnya transformasi digital dan penguatan riset untuk pembangunan yang inklusif. Pemanfaatan teknologi diarahkan untuk memperluas akses layanan pendidikan dan kesehatan, terutama di wilayah terpencil.
Beberapa inisiatif yang dipaparkan antara lain Program Transformasi Pembelajaran Digital, peningkatan literasi masyarakat, serta persiapan tenaga kerja menghadapi era kecerdasan buatan (AI) dan Industri 4.0.
Selain itu, Indonesia juga memperkuat riset berbasis kebijakan di bidang dinamika kependudukan, kesehatan reproduksi, KB, hingga perlindungan sosial. Sinergi antara teknologi, riset, dan kebijakan dinilai menjadi fondasi utama membangun masyarakat yang tangguh.
Perkuat Data dan Investasi SDM
Indonesia juga menyoroti komitmennya dalam memperkuat tata kelola data melalui pengembangan Sistem Data Sosial Ekonomi Nasional Terpadu. Sistem ini bertujuan agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran, responsif, dan mampu mengidentifikasi kelompok rentan dengan presisi.
Lebih jauh, Indonesia menegaskan bahwa investasi sumber daya manusia (SDM) dilakukan melalui pendekatan siklus hidup. Prioritas meliputi program KB, intervensi gizi, serta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Salah satu capaian yang disorot adalah keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pada tahun 2025 telah menjangkau lebih dari 55 juta penerima manfaat, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Hal ini berkontribusi pada penurunan angka kematian ibu dan bayi secara berkelanjutan.
“Kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan merupakan prasyarat utama dalam mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas delegasi Indonesia dalam forum tersebut.
Sumber: Press Release UN-CPD 59th 2026






