Muna, portal.id – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua nelayan yang terjatuh dari longboat di sekitar Perairan Maleura, Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, resmi ditutup setelah satu korban yang sebelumnya masih dalam pencarian ditemukan dalam keadaan selamat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan bahwa pada hari kedua operasi SAR, tim menerima informasi dari petugas di lapangan bahwa korban bernama La Damu alias Laode Rumuka (41) telah kembali ke Desa Lakarinta dalam kondisi selamat.
“Pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 07.35 WITA kami menerima laporan dari tim di lapangan bahwa korban telah kembali ke Desa Lakarinta sekitar pukul 06.15 WITA dan ditemukan berada di rumah mantan kepala desa setempat dalam keadaan selamat,” ujar Amiruddin.
Dengan ditemukannya korban kedua tersebut, operasi SAR terhadap dua nelayan yang terjatuh dari longboat di Perairan Maleura dinyatakan selesai dan resmi ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.
Sebelumnya, pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 13.00 WITA, korban bernama Amsir (41) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui sedang mencari ikan menggunakan longboat bersama rekannya, La Damu, yang saat itu masih dinyatakan hilang.
Adapun identitas kedua korban yakni:
– Amsir (41), laki-laki, ditemukan meninggal dunia.
– La Damu alias Laode Rumuka, laki-laki, ditemukan selamat.
Kedua korban merupakan warga Desa Lakarinta, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna.
Dalam operasi SAR ini, sejumlah unsur terlibat, antara lain SMC dan Staf SMC KPP Kendari, Unit Siaga SAR Muna, Polres Muna, Polair Muna, aparat desa setempat, serta masyarakat sekitar.
Tim SAR juga mengerahkan berbagai peralatan pendukung, seperti Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, motor trail, peralatan SAR medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.
Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca selama operasi berlangsung cerah berawan dengan tinggi gelombang berkisar 0,25 hingga 1 meter dan kecepatan angin sekitar 10 kilometer per jam dari arah timur.
Dengan berakhirnya operasi ini, Basarnas Kendari menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam pelaksanaan pencarian hingga korban berhasil ditemukan.






