#HeadlineNews

Investasi di Sultra Tembus Rp18,55 Triliun, Serap Lebih dari 10 Ribu Tenaga Kerja

×

Investasi di Sultra Tembus Rp18,55 Triliun, Serap Lebih dari 10 Ribu Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. Foto: Dok. Bizniz.

Kendari, Portal.id  – Realisasi investasi di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang Semester I 2026 menunjukkan tren yang menggembirakan. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sultra mencatat total investasi yang masuk ke Bumi Anoa mencapai Rp18,55 triliun, dengan mayoritas berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).

Kepala DPMPTSP Sultra, Nur Jaya, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Sulawesi Tenggara.

“Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi juga memberikan dampak nyata terhadap pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat,” kata Nur Jaya, Selasa (28/7).

Pada Triwulan I atau periode Januari hingga Maret 2026, realisasi investasi tercatat sebesar Rp13,10 triliun. Dari jumlah tersebut, PMA menyumbang Rp8,33 triliun atau 63,62 persen, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp4,76 triliun atau 36,38 persen.

Memasuki Triwulan II atau April hingga Juni 2026, investasi kembali bertambah sebesar Rp5,44 triliun. Nilai tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp3,03 triliun atau 55,73 persen dan PMDN sebesar Rp2,41 triliun atau 44,27 persen.

Secara akumulatif, total realisasi investasi Sulawesi Tenggara selama enam bulan pertama 2026 mencapai sekitar Rp18,55 triliun.

Masuknya investasi juga berdampak pada meningkatnya penyerapan tenaga kerja. Sepanjang Semester I 2026, total tenaga kerja yang terserap mencapai 10.463 orang.

Pada Triwulan I, jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 4.437 orang, terdiri dari 4.181 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau 94,23 persen dan 256 Tenaga Kerja Asing (TKA) atau 5,77 persen.

Sementara itu, pada Triwulan II terjadi peningkatan signifikan dengan total penyerapan mencapai 6.026 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.932 orang merupakan TKI atau 98,44 persen, sedangkan TKA hanya 94 orang atau 1,56 persen.

Secara keseluruhan, selama Semester I 2026 sebanyak 10.113 tenaga kerja yang terserap merupakan tenaga kerja lokal atau 96,65 persen. Adapun tenaga kerja asing berjumlah 350 orang atau hanya 3,35 persen dari total tenaga kerja yang terserap.

Persentase penyerapan TKI meningkat dari 94,23 persen pada Triwulan I menjadi 98,44 persen pada Triwulan II, sementara porsi tenaga kerja asing terus menurun.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id