#HeadlineMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Semangat HUT ke-81 RI, Pemkot Kendari dan BWS Sulawesi IV Bersihkan Irigasi Amohalo Demi Ketahanan Pangan

×

Semangat HUT ke-81 RI, Pemkot Kendari dan BWS Sulawesi IV Bersihkan Irigasi Amohalo Demi Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Kendari bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari menggelar Gerakan Irigasi Bersih di Daerah Irigasi Amohalo, Kecamatan Baruga, Jumat (7/8/2026). Kegiatan yang dilaksanakan serentak secara nasional melalui sambungan daring ini menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam menjaga jaringan irigasi sebagai penopang ketahanan pangan.

Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, yang hadir bersama unsur Forkopimda, Kepala BWS Sulawesi IV Kendari Muh Harliansyah, kepala OPD, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan, mengapresiasi inisiatif BWS Sulawesi IV Kendari dalam menggelar Gerakan Irigasi Bersih.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur,” sekaligus menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mendukung kedaulatan pangan dari tingkat daerah.

“Atas nama Pemerintah Kota Kendari, saya menyampaikan apresiasi kepada Balai Wilayah Sungai Sulawesi IV Kendari yang telah menginisiasi Gerakan Irigasi Bersih ini. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang dimulai dari daerah,” ujar Sudirman.

Ia menegaskan, air merupakan sumber kehidupan, sementara jaringan irigasi adalah urat nadi pertanian yang harus dijaga bersama. Daerah Irigasi Amohalo, kata dia, memiliki peran strategis sebagai salah satu penyangga ketahanan pangan Kota Kendari.

“Irigasi yang bersih akan menjamin distribusi air yang adil bagi seluruh petani. Air yang mengalir tanpa hambatan akan meningkatkan produktivitas hasil panen, yang pada akhirnya berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sudirman juga menekankan bahwa pemeliharaan jaringan irigasi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melalui aksi gotong royong yang melibatkan pemerintah, akademisi, petugas lapangan, dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), semangat kebersamaan kembali diperkuat.

Ia berharap Gerakan Irigasi Bersih tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam merawat saluran air, menjaga infrastruktur publik, serta melestarikan lingkungan.

“Pemerintah Kota Kendari akan terus bersinergi dengan BWS Sulawesi IV Kendari dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mendukung pembangunan sarana dan prasarana pertanian demi memperkuat ketahanan pangan daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Muh Harliansyah, menjelaskan bahwa Daerah Irigasi Amohalo memang menjadi kewenangan pemerintah kota karena luasnya di bawah 1.000 hektare. Namun, pemerintah pusat tetap dapat melakukan penanganan melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Irigasi guna mendukung target swasembada pangan nasional.

Ia mengungkapkan, pada 2025 BWS Sulawesi IV telah merehabilitasi sekitar satu kilometer jaringan irigasi Amohalo dengan anggaran sekitar Rp2,3 miliar yang memberi manfaat bagi sekitar 200 hektare lahan pertanian.

“Tahun ini kami kembali melanjutkan perbaikan sekitar 1,4 kilometer jaringan irigasi Amohalo. Selain itu, kami juga akan membangun kembali Bendung dan Jaringan Irigasi Labibia yang memiliki potensi mengairi sekitar 210 hektare lahan pertanian sehingga dapat menjadi salah satu irigasi andalan Kota Kendari,” jelasnya.

Muh Harliansyah juga mengungkapkan bahwa Sulawesi Tenggara memperoleh alokasi anggaran Inpres Irigasi terbesar di Indonesia pada 2026, yakni sekitar Rp1,2 triliun. Anggaran tersebut akan digunakan untuk merehabilitasi jaringan irigasi yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota guna mendukung program swasembada pangan nasional.

Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya petani dan kelompok tani, untuk menjadikan kegiatan bersih irigasi sebagai budaya bersama.

“Keberhasilan pengelolaan sumber daya air tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi, sinergi, dan semangat gotong royong seluruh pemangku kepentingan agar jaringan irigasi yang telah dibangun dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Usai pembukaan kegiatan, Wakil Wali Kota Kendari bersama Kepala BWS Sulawesi IV Kendari, Forkopimda, kepala OPD, kelompok tani, dan seluruh peserta turun langsung membersihkan saluran irigasi di kawasan persawahan Amohalo. Aksi tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian infrastruktur irigasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kota Kendari menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id