#HeadlineWakatobi

Tim SAR Temukan Nelayan 55 Tahun yang Longboat-nya Mati Mesin di Wakatobi

×

Tim SAR Temukan Nelayan 55 Tahun yang Longboat-nya Mati Mesin di Wakatobi

Sebarkan artikel ini

Wakatobi, portal.id – Tim SAR gabungan berhasil menemukan seorang nelayan yang mengalami kecelakaan kapal setelah longboat yang ditumpanginya mengalami mati mesin di perairan antara Pulau Komponaone dan Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Jumat (18/9/2026).

Korban diketahui bernama La Attoro (55), warga Desa Mantigola. Ia sebelumnya berangkat dari Bajo Wanci menuju Kaledupa pada sekitar pukul 07.00 Wita menggunakan sebuah longboat.

Sekitar pukul 09.30 Wita, korban menginformasikan kepada keluarganya bahwa longboat yang digunakannya mengalami mati mesin di sekitar perairan antara Pulau Komponaone dan Pulau Kaledupa.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari untuk dilakukan operasi SAR.

Tim Rescue Pos SAR Wakatobi tiba di lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP) sekitar pukul 15.21 Wita dan langsung melakukan penyisiran di sekitar perairan tersebut.

Upaya pencarian membuahkan hasil. Pada pukul 16.30 Wita, Tim SAR gabungan menemukan korban sekitar 5 nautical mile (NM) ke arah barat daya dari lokasi kejadian. Korban ditemukan dalam kondisi selamat.

Selanjutnya, korban dievakuasi ke perairan depan Liya dan diserahterimakan kepada pihak keluarga.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, menyampaikan bahwa setelah korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, operasi SAR terhadap kecelakaan kapal tersebut dinyatakan selesai dan ditutup.

Dalam operasi tersebut, unsur yang terlibat antara lain SMC dan staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Wakatobi, serta keluarga korban.

Tim SAR menggunakan sejumlah peralatan, di antaranya Rescue Carrier, Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, peralatan medis dan evakuasi SAR, perangkat komunikasi, serta perlengkapan pendukung keselamatan lainnya.

Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG, kondisi saat operasi berlangsung cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 21 kilometer per jam dari arah timur laut. Sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 1 hingga 2 meter.

Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, seluruh rangkaian operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan berakhir.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id