Konawe Utara, Portal.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe Utara, Asmadin, S.Pd., M.M., dengan tegas membantah tudingan salah seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Utara yang menyebut Dinas Pendidikan tidak bekerja dan hanya “tidur” saat Sekolah Dasar Negeri (SDN) 5 Langgikima dilanda banjir.
Tudingan tersebut mencuat setelah beredarnya video genangan air di SDN 5 Langgikima, Desa Lameruru, Kecamatan Langgikima, yang kemudian memicu kritik dari salah seorang anggota dewan terhadap kinerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut.
Dalam pernyataannya, anggota DPRD itu mempertanyakan keberadaan dan kerja Dinas Dikbud saat sekolah terdampak banjir. Bahkan, ia menyebut dinas tidak pernah turun lapangan dan hanya tinggal diam melihat kondisi sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Dikbud Konut, Asmadin, langsung memberikan klarifikasi keras. Ia menegaskan bahwa pihaknya sejak awal telah turun langsung ke lokasi dan rutin melakukan pemantauan terhadap kondisi sekolah.
“Asumsi bahwa kami tidak bekerja itu tidak benar. Kami rutin turun lapangan dan terus memantau kondisi sekolah,” tegas Asmadin, Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, genangan air yang terjadi di SDN 5 Langgikima merupakan peristiwa beberapa hari lalu dan saat ini kondisi sekolah sudah kembali normal sehingga aktivitas belajar mengajar tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Kejadiannya sudah tiga hari lalu dan sekarang sudah normal kembali. Penyebab genangan air itu karena pembuangan air menuju drainase yang kecil dan sempit, sementara curah hujan saat itu sangat tinggi sehingga air meluap,” jelasnya.
Asmadin juga menyayangkan adanya tudingan yang dinilai tidak berdasarkan fakta lapangan. Menurutnya, kritik sah-sah saja disampaikan, namun harus disertai data dan pengecekan langsung di lokasi, bukan hanya berdasarkan video yang beredar di media sosial maupun status WhatsApp.
“Silakan kami diberi masukan, tapi alangkah baiknya kalau melihat langsung kondisi sebenarnya di lapangan, bukan hanya dari video di status WhatsApp lalu langsung berkomentar. Yang paling penting juga, media jangan memuat berita tanpa data yang akurat,” ujarnya.
Senada dengan itu, salah seorang guru di SDN 5 Langgikima turut membantah berbagai tudingan yang berkembang. Ia mengaku selama ini tidak pernah dimintai keterangan terkait kondisi sekolah yang disebut lumpuh akibat banjir.
Menurutnya, meskipun sempat terjadi genangan air, proses pembelajaran tetap berjalan dengan aman dan tertib karena pihak sekolah langsung melakukan penyesuaian ruangan belajar.
“Hanya satu kali banjir besar dan itu pun kami tetap belajar. Kelas 6 saya pindahkan ke kantor, kelas 4 di gudang, dan kelas 5 di perpustakaan. Selama ini baru satu kali banjir besar dan kami masih bisa mengatasinya,” ungkap guru tersebut.
Ia juga memastikan bahwa aktivitas belajar mengajar saat ini berlangsung normal tanpa hambatan berarti.
“Hari ini tetap belajar. Kelas 6 belajar di perpustakaan, ada juga yang belajar di kantor menggunakan papan digital. Saya juga kaget muncul berita seperti ini, karena selama ini kami masih bisa belajar dengan aman dan tertib,” tutupnya.
