Menu

Mode Gelap
 

Pendidikan & Budaya · 1 Apr 2021 ·

Kemenag Sultra Dorong Penyuluh Buat Konten Digital Moderasi Beragama

  Kakanwil kemenag Sultra, Fesal Musaad, saat dialog inter umat Kristiani Perbesar

Kakanwil kemenag Sultra, Fesal Musaad, saat dialog inter umat Kristiani

Kendari, Portal.id – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra), Fesal Musaad, meminta para penyuluh agama di daerah itu untuk senantiasa membuat konten digital moderasi beragama.

“Saya mengajak para penyuluh agama untuk memanfaatkan ruang publik dan media sosial dengan membuat konten digital mengenai moderasi beragama,” kata Fesal Musad di acara Dialog Kerukunan Intern Umat Kristen di Kendari, Kamis.

Hal itu kata Fesal, akan membantu pemerintah serta mendorong masyarakat menciptakan moderasi beragama di lingkungan masing-masing.

Fesal Musaad juga menyampaikan, kegiatan dialog intern umat beragama merupakan kegiatan rutin yang terus dilakukan Kemenag setiap tahunnya.

“Sebab kegiatan dialog kerukunan antara umat beragama dan juga intern umat beragama menjadi salah satu cara agar dapat mendorong dan mewujudkan moderasi beragama di Indonesia,” katanya.

Kakanwil mengaku, dalam setiap kesempatan selalu menekankan tentang pentingnya moderasi beragama.

“Moderasi beragama ialah tentang kedamaian hidup manusia untuk bersatu dan rukun dalam bingkai NKRI,” katanya.

Selain itu kata dia, moderasi beragama yaitu tentang bagaimana seseorang bisa menyakini agama yang dianut memberikan ruang kepada agama lainnya untuk beribadah sesuai ajaran agamanya.

“Setiap agama selalu mengajarkan kedamaian, seperti di agama kristen yang mengajarkan cinta kasih antara sesama makhluk. Untuk itu, kegiatan dialog kerukunan intern umat kristen menjadikan para tokoh agama kristen untuk menebarkan nilai- nilai kebaikan agar terwujud masyarakat yang damai, rukun, dan bermartabat,” ujarnya.

Ia menambahkan, fitrah agama itu moderat, Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Konguchu semuanya moderat.

“Yang salah itu tentang cara pandang manusia, cara berpikir, perilaku, serta praktek keagamaan yang tidak moderat, berusaha membenturkan agama dan pancasila yang jika cermati bahwa pancasila mengandung nilai-nilai keagamaan,” pungkasnya.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 35 Pimpinan Gereja se Sultra, dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cegah Anarkisme Hukum, Demokrat Mentahkan Uji Materiil Yusril dengan Serahkan Bukti ke Kemenkumham

14 Oktober 2021 - 15:51

Wali Kota Kendari Terima Piala Kota Layak Anak

13 Oktober 2021 - 16:40

Gerak Cepat Rifki Saifullah Razak Serap Aspirasi Warga, Kantor Kelurahan Munse dan Sungai Lapulu Jadi Perhatian Serius

30 September 2021 - 22:39

Rifki Saifullah Razak

Temu Kangen Konstituen Rifki Saifullah Razak Gelar Reses di Munse Raya

30 September 2021 - 20:34

Temu Kangen Konstituen Rifki Zaifullah Razak Gelar Reses di Munse Raya

Kemendagri Berikan Nilai ‘Sangat Tinggi’ Untuk Penataan Kelembagaan Pemerintah di Sultra

28 September 2021 - 14:43

Harganas 2021, BKKBN Pusat Berikan Empat Penghargaan Bergengsi Untuk Sultra

28 September 2021 - 10:06

Trending di Politik & Pemerintahan
error: Share to copy paste !!