Menu

Mode Gelap
 

Bisnis · 4 Jan 2022 ·

Tahun Baru 2022, OJK Bakal Keluarkan Kebijakan Untuk Perkuat Performa Pasar Modal

 					Tahun Baru 2022, OJK Bakal Keluarkan Kebijakan Untuk Perkuat Performa Pasar Modal Perbesar

PORTAL.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal mengeluarkan sejumlah kebijakan terkait pasar modal di tahun 2022.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2022.

Dalam keterangan pers yang diterima PORTAL.ID, Wimboh menjelaskan pada 2022 ini, OJK akan me-review kembali kebijakan yang sebelumnya telah dikeluarkan.

Review dilakuka dalam rangka menjaga daya tahan dan mengendalikan volatilitas Pasar Modal akibat dampak pandemi Covid 19.

“Kebijakan-kebijakan yang dinilai sudah kurang relevan, tentunya akan ditinjau kembali dan selanjutnya mengambil langkah-langkah untuk melakukan normalisasi,” kata Wimboh.

Wimboh dalam kesempatan itu juga menjelaskan beberapa inisiatif dan kebijakan strategis yang rencananya akan dikeluarkan OJK di sepanjang tahun 2022 diantaranya:

1. Mempersiapkan operasionalisasi dan infrastruktur bursa terutama legalitas pendukung penyelenggaraan bursa karbon agar Indonesia menjadi pusat perdagangan karbon dunia.

Penerapan ekonomi hijau termasuk bursa karbon akan didukung oleh taksonomi hijau yang segera akan diterbitkan.

OJK akan terus mengembangkan instrumen berbasis ekonomi hijau dan indeks bursa yang disebut IDX ESG Leaders Index dan Indeks Sri Kehati untuk meningkatkan peran emiten dalam mengimplementasikan kaidah ekonomi hijau.

2. Selain dari sisi instrumen investasi, OJK juga akan memperluas basis emiten diantaranya melalui sekuritisasi aset dan pembiayaan proyek strategis untuk mendukung kebutuhan pembiayaan infrastruktur 2020-2024 yang berkisar di angka Rp6.445 Triliun (Bappenas, RPJMN 2020-2024).

OJK akan terus mengakomodir calon emiten perusahaan start-up berbasis teknologi untuk melakukan Penawaran Umum di bursa domestik melalui kebijakan yang akomodatif dengan mengeluarkan POJK No. 22 Tahun 2021 tentang Multiple Voting Share pada bulan Desember 2021.

3. Perluasan dan percepatan pelaku UMKM untuk masuk ke pasar modal melalui platform Securities Crowdfunding dan optimalisasi papan akselerasi UMKM yang bekerja sama dengan Pemda untuk mendapatkan Surat Perintah Kerja yang potensinya sebesar Rp74 triliun.

4. Pengembangan instrumen derivatives untuk indeks saham, suku bunga (forward rate agreement dan swap), derivatives nilai tukar (swap, forward rates dan options) dapat ditransaksikan secara transaparan dalam regulated market di bursa.

Detail strategi dan target pengembangan instrumen derivatif telah dimasukkan dalam Forum Koordinasi Pembiayaan Pembangunan melalui Pasar Keuangan (FKP3K).

5. Percepatan pengembangan infrastruktur Central Counterparty Clearing house (CCP) yang akan selesai tahun 2022 yang merupakan terobosan penting bagi pendalaman pasar keuangan dalam menjaga integritas pasar sehingga informasi mengenai instrumen yang diperdagangkan baik transaksi dan harga dapat lebih transparan ke publik.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Kredit Pemda di Bank Sultra Capai Rp 1 Triliun, Kemendagri Berikan Apresiasi

28 Desember 2021 - 13:16

Presiden Jokowi Resmikan Smelter PT GNI, Kapasitas Produksi Feronikel 1,8 Juta Ton

28 Desember 2021 - 10:51

Kartu Debit Bank Sultra Bakal Dilaunching Awal Tahun 2022

28 Desember 2021 - 10:39

Capaian Bank Sultra di Triwulan Ketiga 2021, Bukukan Laba Ratusan Miliar dan Aset Puluhan Triliun

27 Desember 2021 - 23:43

Apresiasi Capaian Kinerja, Bank Sultra Bagikan THR Untuk Karyawan Dimomen Natal

27 Desember 2021 - 23:08

Pererat Silaturahmi Dengan Awak Media, Bank Sultra Gelar Media Mateships

27 Desember 2021 - 15:19

Trending di Bisnis