Kendari, portal.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidenreng Rappang (Sidrap), Provinsi Sulawesi Selatan, melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perdagangan komoditas unggulan antar daerah yang berlangsung di Ruang Rapat Wali Kota Kendari, Jumat (29/5/2026).
Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung kebutuhan komoditas masyarakat Kota Kendari, khususnya untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Rombongan Pemerintah Kabupaten Sidrap dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, bersama Wakil Bupati, unsur pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta para Kepala OPD Kabupaten Sidrap. Sementara itu, Pemerintah Kota Kendari dipimpin Wali Kota Kendari, dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM., bersama jajaran pemerintah kota.
Dalam sambutannya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyampaikan bahwa Kabupaten Sidrap telah dikenal secara nasional sebagai salah satu lumbung pangan terbesar di Indonesia dengan kontribusi besar di sektor pertanian dan peternakan.

“Kabupaten Sidrap sudah diakui di Indonesia. Swasembada pangannya luar biasa dengan kontribusi yang begitu besar, dan kami di Kota Kendari sangat membutuhkan itu,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kebutuhan telur di Kota Kendari saat ini mencapai sekitar 98 ribu butir per hari. Kebutuhan tersebut difokuskan untuk mendukung pelaksanaan program MBG.
“Di Kota Kendari, untuk telur sendiri, kami butuh per hari 98 ribu butir telur. Kebutuhan itu baru difokuskan pada sistem MBG. Sementara untuk kebutuhan masyarakat luas dan restoran tentu lebih besar lagi,” katanya.
Selain telur, Kendari juga membutuhkan pasokan komoditas pertanian lain seperti beras. Meski memiliki area persawahan, produksi lokal dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara menyeluruh.

“Potensi masing-masing daerah berbeda-beda. Sidrap unggul di sektor pertanian, sementara Kota Kendari memiliki potensi di sektor perikanan dan sumber daya alam lainnya. Karena itu kolaborasi antar daerah sangat penting,” tambahnya.
Wali Kota Kendari berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang dan diperluas ke berbagai sektor lainnya di masa mendatang.
“InsyaAllah kami juga akan berkunjung ke Kabupaten Sidrap untuk melihat langsung dan belajar di sana,” ungkapnya.
Salah satu kendala para petani atau peternak ayam petelur di Kota Kendari selama ini sehingga produksinya belum bisa memenuhi kebutuhan lokal adalah terkendala pakan ternak yang juga masih didatangkan dari luar daerah, sehinggal harga pakan masih tinggi.
Sementara itu, Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menegaskan kesiapan daerahnya dalam menyuplai kebutuhan pangan Kota Kendari, terutama beras dan telur.
“Beras dan telur tentu kami siap menyuplai kebutuhan pangan di Kota Kendari. Produksi dari Sidrap nantinya juga akan dipasarkan melalui masyarakat Sidrap yang tinggal di Kendari,” ujarnya.
Ia juga menyebut ribuan warga asal Sidrap yang menetap di Kota Kendari dapat menjadi penghubung dalam memperluas pemasaran komoditas unggulan daerah.

Selain kerja sama perdagangan, Syaharuddin mengaku tertarik belajar mengenai penataan kota dan pembangunan dari Pemerintah Kota Kendari.
“Kami juga siap belajar bagaimana menata Kabupaten Sidrap seperti cantiknya dan kemajuan Kota Kendari sekarang,” katanya.
Di akhir kegiatan, Pemerintah Kabupaten Sidrap dan Pemerintah Kota Kendari saling bertukar cenderamata sebagai simbol persahabatan dan komitmen mempererat kerja sama antar daerah.






