Kendari, portal.id – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara kembali menggelar Dzikir dan Doa bersama yang telah memasuki pekan ke-79, dipimpin secara virtual oleh Plt Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sulawesi Tenggara H Zainal Mustamin. Dzikir dan Doa bersama berlangsung di Masjid Amal Bakti Kanwil Kemenag Sultra, Selasa (18/4/2023).
Dzikir dan Doa bersama diikuti Kabag Tata Usaha H Muhamad Saleh, segenap pejabat administrator dan ASN, Ketua dan Pengurus DWP Kanwil Kemenag Sultra, 17 Kemenag Kab/Kota se Sultra, KUA, Penyuluh, Madrasah, Guru PAI, dan Pondok Pesantren se Sultra secara daring.
Plt. Kakanwil Kemenag Sultra, H Zainal Mustamin dalam tausiahnya menyampaikan bahwa momentum bulan suci ramadhan merupakan wadah yang disediakan Allah untuk mendapatkan ampunan dari-Nya dan mendapatkan maaf dari manusia.
Disebutkan Plt Kakanwil bahwa ada dua bentuk ampunan Allah yang disediakan bagi manusia, bentuknya itu adalah Magfirah dan Afuwwun atau yang sering disebut dengan Afwan.
“Maghfirah dan Afuwwun itu adalah akronim dari kata Maaf, yaitu pengampunan dari Allah, sedang Afuwwun yaitu permaafan dari sesama manusia. Seringkali kita mengucapkan kata maaf tapi kita belum mengerti apa sebenarnya singkatan dari kata maaf itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut Plt Kakanwil mengungkapkan manusia kadang sering mengalami kegelisahan di dalam hidup, banyak yang mengalami ketidaktenangan dalam hidup, salah satu kegelisahan terbesar dari manusia adalah kegelisahan dari rasa bersalah dan berdosa.
Rasa bersalah dan rasa berdosa itu terus menghantui, kata Plt Kakanwil hasilnya banyak orang-orang yang tidak bisa tidur, tidak bisa makan, karena dihantui dengan rasa bersalah yaitu melakukan kesalahan kepada sesama manusia dan melakukan dosa kepada Tuhan.
Karena itu, Allah menyediakan ruangNya yang dinamakan dengan Maaf, kemudian pada bulan suci ramadhan sebagai momentum yang paling baik dibandingkan dengan bulan-bulan lain.
“kalau kita ingin memperoleh dan memohon ampunan dan dan pemaafan, tingkatan tertingginya itu disediakan di bulan suci ramadhan, maka baik untuk kita semua memanfaatkan bulan ramadan ini untuk memohon ampunan kepada Allah dan meminta maaf kepada sesama manusia,” pesannya.
Magfirah yang diharapkan manusia kepada Allah dilakukan agar manusia mencapai Mardatillah yaitu Ridho Allah yang disebut dengan Magfirah Li Mardatillah, sedangkan Afuwwun yaitu maaf dari manusia untuk mendapatkan Mardatinnas yaitu ridho manusia.
Sebagaimana dalam surat Al Araf ayat 23
‘Qala rabbana zalamna anfusana wa il lam tagfir lana wa tar-hamna lanakunanna minal-khasirin, artinya ‘Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
“Jadi salah satu kerugian besar yang di alami manusia didalam hidup ini yaitu saat dia tidak mendapatkan ampunan dari Allah dan juga pemaafan dari sesama manusia. Anak anak tidak akan bahagia, tidak akan tenang, kemudian dia akan merugi kalau dia tidak mendapatkan pemaafan dari orang tuanya, dari gurunya dan dari teman-temannya,demikian juga kita semua,” jelasnya.
“Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 159, ‘Fa bima rahmatim minallahi linta lahum, walau kunta fazzan galizal-qalbi lanfaddu min haulika fa’fu ‘an-hum wastagfir lahum wa syawir-hum fil-amr, fa iza ‘azamta fa tawakkal ‘alallah, innallaha yuhibbul-mutawakkilin, bahwa ‘Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya,” ungkapnya.
Magfirah Allah, lanjut Plt. Kakanwil adalah hak Allah untuk mengampuni manusia atas segala dosa yang dilakukan, terutama dosa-dosa kecil, makanya itu dianjurkan untuk senantiasa beristighfar atas segala dosa kecil yang kita lakukan, Adapun dosa besar Allah akan mengampuninya jikalau manusia itu bertaubat.
Magfirah adalah kebutuhan pokok yang harus dikejar bagi orang yang beriman kepada Allah. ini menjadi kebutuhan pokok manusia kepada Allah Subhanahu wa ta’ala untuk mencari dan mendapatkan ampunan Allah.
Magfirah itu adalah kebutuhan pokok yang harus kita cari bukan hanya mencari makan dan minum juga rumah, selain itu makanan pokok kita adalah mendapatkan ampunan dari Allah.
Allah berfirman ‘Wa sari’u ila magfiratim mir rabbikum wa jannatin ‘arduhas-samawatu wal-ardu u’iddat lil-muttaqin, artinya ‘Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.
“Ada juga di alam Surah Al-Baqarah ayat 286 yaitu ‘rabbana wa la tu?ammilna ma la taqata lanabih, wa’fu ‘anna, wagfir lana, war-hamna, anta maulana fansurna ‘alal-qaumil-kafirin. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir,” sebutnya.
Adapun Affuwun, Plt Kakanwil menyebut adalah hak Allah untuk mengampuni dosa manusia akibat dari dosa kita kepada sesama manusia. Seperti yang selalu dipanjatkan dalam bulan suci ramadan ini yaitu ‘Allahumma Innaka ‘afuwwun tuhibbul’afwa fa’fu ‘annii, bahwa Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf suka memberi maaf, maka maafkanlah aku”.
“Kalimat ini yang sering kita minta di dalam doa doa kita, maka jangan sampai kita mengabaikan doa-doa kecil ini ternyata memberi manfaat, jika kita mendapatkan Al Affuwun maka dosa itu dihapus, dan tidak terlihat lagi,” imbuhnya.
Plt Kakanwil juga Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Bimas Islam Kemenag juga menjelaskan bahwa kata Maaf itu juga bagia yang digunakan sebagai strategi berkomunikasi yang efektif, oleh para ahli komunikasi mengemukakan bahwa ada tiga kata ajaib yang digunakan untuk menyatakan sebuah komunikasi itu dianggap berhasil.
“Tiga kata itu yang pertama adalah tolong, kemudian terima kasih, dan ketiga adalah kata maaf,” sebutnya.
“selalu ucapkan tolong saat meminta bantuan orang lain, kemudian ucapkan terima kasih sebagai bentuk penghormatan tertinggi secara lisan atas bantuan orang lain, selanjutnya sampaikan maaf jika ada kesalahan yang diperbuat,” sambungnya.
Ia mengibarkan bahwa hidup yang dijalani manusia seperti menggambar di atas kertas tanpa disediakan penghapus. Menurutnya manusia kadang lupa bahwa setiap gerak langkah perjalanan hidup itu senantiasa terekam dari lahir sampai kita meninggal, kemudian akan sampai ke sebuah perjalanan dengan menggunakan peta buta, di dalam perjalanan itulah banyak melakukan salah jalan dan keliru.
“Olehnya itu kita saling memaafkan, dipenghujung ramadhan ini tengok kembali lagi, apa yang telah kita gambar itu, manfaatkan momentum ramadhan ini untuk saling memaafkan, karena maaf itu merupakan Magfirah dan afuwwun, mohon ampunan kepada Allah atas segala dosa-dosa yang sudah dilakukan, dan affuwun sebagai permaafan kita kepada sesama manusia atas kesalahan dari ucapan, perbuatan dan tingkat laku kita kepada orang lain, karena itu dari lubuk hati yang paling dalam saya menyampaikan permohonan maaf dan terlebih dahulu telah memaafkan apa yang terjadi diantara kita,” pungkasnya.






