#Advetorial#HeadlineFokus Redaksi

Hilangkan TPS Sampah Secara bertahap, DLHK Kendari Ganti Pakai Bak Kontainer

×

Hilangkan TPS Sampah Secara bertahap, DLHK Kendari Ganti Pakai Bak Kontainer

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kendari, Asmawa Tosepu, Sekda Sultra, Asrun Lio dan Kadis DLHK Kendari, Nismawati, saat melihat kegiatan pembersihan pada salah satu anak sungai yang ada di Kendari

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan secara bertahap menghilangkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah yang tersebar di berbagai sudut kota.

Pemerintah Kota kendari melalui DLHK telah melakukan sosialisasi persampahan sejak 2022 lalu yang melibatkan para Ketua RW/RT terkait pengantian TPS sampa menggunakan bak container.

Semua TPS yang dibangun di pinggir jalan utama dan sudut-sudut kota akan dibongkar dan diganti dengan bak kontainer yang bentuknya tertutup,” kata Kadis DLH Kendari, Ir Nismawati MSi.

Menurut Nismawati, program untuk menggantikan TPS yang selama ini terkesan kotor adalah untuk menghindari terjadinya penumpukan sampah lantaran jadwal buang sampah masyarakat yang sepenuhnya belum ditaati.

Kadis DLHK Kendari, Nismawati

“Jadi konsepnya nanti akan berbeda-beda sesuai dengan kondisi lingkungan, bergantung kesepakatan warga yang ada di lingkungan itu, apakah nanti mau menggunakan tong sampah masing-masing di depan rumah atau kesepakatan masyarakat itu sendiri, namun yang jelas kita ingin fungsi TPS itu digantikan oleh mekanisme untuk menjemput langsung ke warga,” katanya.

Ia mengungkapkan konsep TPS sementara yang ada di berbagai jalan utama membuat wajah Kota Kendari tidak ramah dari sisi pemandangan dan perilaku masyarakat yang tidak taat membuang sampah.

“Memang ada juga beberapa kawasan perumahan yang sudah menerapkan sampah-sampah rumah tangga itu dikelola secara swadaya dengan melibatkan para RT/RW yang menggunakan jasa pihak ketiga dengan sistem iuran warga setiap bulan per rumah tangga,” katanya.

Ia menjelaskan, model seperti itu telah diterapkan di Kompleks Perumahan BTN Lepo-Lepo Indah, Kelurahan Wundudopi dan diharapkan bisa menjadi percontohan untuk kelurahan lainnya.

Saat pembersihan kali kadia bersama Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu

Ia menuturkan untuk mendukung konsep penanganan sampah yang dijemput dari rumah ke rumah, maka Pemkot Kendari saat ini sudah mengadakan dua armada Compactor, truk pengangkut yang dilengkapi alat pemadat sampah.

“Kalaupun selama ini kita menggunakan truk terbuka, sehingga untuk beroperasi di waktu aktif masyarakat itu sangat terganggu, bila berpapasan di jalan,” ungkapnya.

Nismawati juga meminta masyarakat untuk mematuhi waktu buang sampah yakni dimulai pukul 18.00 – 05.00. sebab kepatuhan masyarakat terhadap waktu membuang sampah akan memudahkan petugas dalam proses pengangkutan sekaligus menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu TPS Sampah yang ada di sutut Kota Kendari.

Disebutkan, produksi sampah di Kota Kendari terus meningkat. Dalam empat bulan, volume sampah meningkat 64,5 ton setiap hari. Jika Juni lalu hanya sekitar 200 ton sehari, kini naik menjadi 264,5 ton.

Seiring dengan perkembangan kota, pertumbuhan penduduk di Kendari terus meningkat. Hal ini juga berdampak pada peningkatan produksi sampah.

“Rata-rata tiap harinya sekitar itu, berdasarkan timbunan sampah yang dijemput oleh petugas kami . Jadi tiap harinya berkisar 264.5 ton.

Armada pengangkut sampah milik DLHK Kendari

Sampah yang diangkut kata dia, diambil dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Di Kendari, ada sebanyak 1.370 TPS. Jumlah itu belum termasuk TPS yang belum terdata.

“Kalau yang tercatat resmi di dinas 1.370 TPS. Sementara yang belum resmi ada sekitar 183 TPS. Jadi. jumlah keseluruhannya 1.553 TPS,” ujarnya.

Tidak hanya mengangkut sampah, pihaknya turut berusaha memberikan edukasi kepada masyarakat cara mengurangi produksi sampah. Banyak sampah yang bisa diolah menjadi pupuk organik dan lainnya.(ADV)

 

 

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id
#Advetorial#HeadlineFokus Redaksi

Hilangkan TPS Sampah Secara bertahap, DLHK Kendari Ganti Pakai Bak Kontainer

×

Hilangkan TPS Sampah Secara bertahap, DLHK Kendari Ganti Pakai Bak Kontainer

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kendari, Asmawa Tosepu, Sekda Sultra, Asrun Lio dan Kadis DLHK Kendari, Nismawati, saat melihat kegiatan pembersihan pada salah satu anak sungai yang ada di Kendari

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) akan secara bertahap menghilangkan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah yang tersebar di berbagai sudut kota.

Pemerintah Kota kendari melalui DLHK telah melakukan sosialisasi persampahan sejak 2022 lalu yang melibatkan para Ketua RW/RT terkait pengantian TPS sampa menggunakan bak container.

Semua TPS yang dibangun di pinggir jalan utama dan sudut-sudut kota akan dibongkar dan diganti dengan bak kontainer yang bentuknya tertutup,” kata Kadis DLH Kendari, Ir Nismawati MSi.

Menurut Nismawati, program untuk menggantikan TPS yang selama ini terkesan kotor adalah untuk menghindari terjadinya penumpukan sampah lantaran jadwal buang sampah masyarakat yang sepenuhnya belum ditaati.

Kadis DLHK Kendari, Nismawati

“Jadi konsepnya nanti akan berbeda-beda sesuai dengan kondisi lingkungan, bergantung kesepakatan warga yang ada di lingkungan itu, apakah nanti mau menggunakan tong sampah masing-masing di depan rumah atau kesepakatan masyarakat itu sendiri, namun yang jelas kita ingin fungsi TPS itu digantikan oleh mekanisme untuk menjemput langsung ke warga,” katanya.

Ia mengungkapkan konsep TPS sementara yang ada di berbagai jalan utama membuat wajah Kota Kendari tidak ramah dari sisi pemandangan dan perilaku masyarakat yang tidak taat membuang sampah.

“Memang ada juga beberapa kawasan perumahan yang sudah menerapkan sampah-sampah rumah tangga itu dikelola secara swadaya dengan melibatkan para RT/RW yang menggunakan jasa pihak ketiga dengan sistem iuran warga setiap bulan per rumah tangga,” katanya.

Ia menjelaskan, model seperti itu telah diterapkan di Kompleks Perumahan BTN Lepo-Lepo Indah, Kelurahan Wundudopi dan diharapkan bisa menjadi percontohan untuk kelurahan lainnya.

Saat pembersihan kali kadia bersama Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu

Ia menuturkan untuk mendukung konsep penanganan sampah yang dijemput dari rumah ke rumah, maka Pemkot Kendari saat ini sudah mengadakan dua armada Compactor, truk pengangkut yang dilengkapi alat pemadat sampah.

“Kalaupun selama ini kita menggunakan truk terbuka, sehingga untuk beroperasi di waktu aktif masyarakat itu sangat terganggu, bila berpapasan di jalan,” ungkapnya.

Nismawati juga meminta masyarakat untuk mematuhi waktu buang sampah yakni dimulai pukul 18.00 – 05.00. sebab kepatuhan masyarakat terhadap waktu membuang sampah akan memudahkan petugas dalam proses pengangkutan sekaligus menjadi bagian dari kontribusi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu TPS Sampah yang ada di sutut Kota Kendari.

Disebutkan, produksi sampah di Kota Kendari terus meningkat. Dalam empat bulan, volume sampah meningkat 64,5 ton setiap hari. Jika Juni lalu hanya sekitar 200 ton sehari, kini naik menjadi 264,5 ton.

Seiring dengan perkembangan kota, pertumbuhan penduduk di Kendari terus meningkat. Hal ini juga berdampak pada peningkatan produksi sampah.

“Rata-rata tiap harinya sekitar itu, berdasarkan timbunan sampah yang dijemput oleh petugas kami . Jadi tiap harinya berkisar 264.5 ton.

Armada pengangkut sampah milik DLHK Kendari

Sampah yang diangkut kata dia, diambil dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Di Kendari, ada sebanyak 1.370 TPS. Jumlah itu belum termasuk TPS yang belum terdata.

“Kalau yang tercatat resmi di dinas 1.370 TPS. Sementara yang belum resmi ada sekitar 183 TPS. Jadi. jumlah keseluruhannya 1.553 TPS,” ujarnya.

Tidak hanya mengangkut sampah, pihaknya turut berusaha memberikan edukasi kepada masyarakat cara mengurangi produksi sampah. Banyak sampah yang bisa diolah menjadi pupuk organik dan lainnya.(ADV)

 

 

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id