#Headline

Prof Gusti Ayu Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua WHDI Sultra 2023-2028

×

Prof Gusti Ayu Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua WHDI Sultra 2023-2028

Sebarkan artikel ini
Peserta Musprov III WHDI Sultra

Kendari, portal.id – Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si kembali mendapatkan kepercayaan menahkodai organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) masa bakti 2023-2028. erdasarkan hasil Musprov III,

Prof. Gusti Ayu kembali terpilih secara aklamasi dalam forum Musyawarah Provinsi (Musprov) III WHDI Sultra yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 6 – 7 Mei 2023, bertempat di Hotel Srikandi Kendari.

Dengan terpilihnya kembali Prof Gusti Ayu sebagai Ketua WHDI SULTRA, maka ini merupakan periode ketiganya memimpin organisasi perempuan Hindu Dharma di SULTRA ini.

Usai terpilih sebagai Ketua WHDI SULTRA, Prof. Gusti Ayu menyampaikan bahwa para wanita Hindu di Sulawesi Tenggara memiliki komitmen kuat baik dalam kegiatan internal keumatan (ngayah), organisasi WHDI maupun eksternal dalam perannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

“Semangat ngayah yang tinggi dari WHDI Provinsi Sulawesi Tenggara dapat menjadi teladan yang sangat baik untuk proses regenerasi dan keberlanjutan organisasi ini,” katanya.

Menurutnya, meskipun terdapat berbagai keterbatasan finansial dalam pelaksanaan berbagai program kerja WHDI, namun komitmen dan semangat serta keikhlasan bekerja tanpa pamrih selama 5 tahun, telah membuat WHDI Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu organisasi wanita yang keberadaannya diperhitungkan baik di tingkat lokal, regional maupun nasional.

Ketua WHDI Sultra Terplilih (kiri) dan ketua Umum WHDI (kanan)

Ia menjelaskan, sesuai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), kepengurusan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) ditetapkan selama lima tahun, dan salah satu tugas penting yang harus dilaksanakan kepengurusan WHDI Provinsi Sulawesi Tenggara adalah menyelenggarakan Musyawarah Provinsi pada tahun 2023. Musyawarah Provinsi (Musprov) merupakan forum tertinggi organisasi tingkat provinsi.

Pelaksanaan Musprov sangat penting dan strategis bahkan menjadi kunci dalam menentukan arah dan masa depan organisasi WHDI. Selain memilih Ketua, dari kegiatan Musprov diharapkan memperoleh masukan-masukan positif guna penyempurnaan dan perbaikan organisasi berkaitan dengan kebijakan, program kerja dan berbagai kegiatan khususnya di bidang keagamaan, organisasi, ekonomi, pendidikan/kebudayaan dan sosial.

Kegiatan Musprov WHDI SULTRA ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua Umum WHDI Pusat, Ny. Wikanti Yogi S.Ag, M.Si. Saat memberi sambutan, Ny. Wikanti berpesan agar ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi ini harus memiliki komitmen dan dedikasi untuk “ngayah” mengabdi dan menjadikan wanita Hindu menjadi wanita yang cerdas dan mandiri di berbagai bidang. “Harus mampu berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya yang menjadi primadona saat ini, yakni menurunkan angka stunting di SULTRA,” pesan Ny. Wikanti.

Selain itu, lanjut Ny. Wikanti, ibu-ibu WHDI SULTRA harus memiliki sifat-sifat moerat dalam beragama, tidak radikal, harus bisa hidup rukun, saling menghormati, menjaga, dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada.

Sedangkan Ketua WHDI SULTRA, Prof. Gusti Ayu dihadapan Ketua Umum WHDI Pusat menyampaikan bahwa, saat ini baru terbentuk 11 kepengurusan WHDI kota/kabupaten dari total 17 kabupaten/kota yang ada di SULTRA, sehingga masih ada tugas lanjutan untuk membentuk kepengurusan baru di SULTRA.

Prof. Gusti Ayu juga menyampaikan bahwa dalam Musprov itu, dilaksanakan juga sosialisasi hasil Munas V WHDI yang berlangsung pada 5 Mei 2023 yang dipimpin langsung Ketua Umum WHDI, didampingi Sekjen, Ida Ayu Shinta Dewi, SH, M.Kes. Kegiatan lain yang dilakukan sebelum Musprov, yakni seminar tentang Gender dan Stunting.

Ketua Panitia Musprov III WHDI SULTRA, Desak Ketut Sutiari, S.Si, M.Si menyatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 80 peserta, terdiri dari pengurus WHDI SULTRA plus utusan dari WHDI Kota/Kabupaten Kendari, Baubau, Buton, Muna Barat, Konawe, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Timur, dan Bombana.

Desak Ketut menyebutkan, tema Musprov III ini adalah: “WHDI Provinsi Sulawesi Tenggara Bersatu dan Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Diri untuk Daya Saing, Kemandirian dan Turut Berpartisipasi dalam Pemulihan Ekonomi Bangsa”.

Agenda utama Musprov III ini, yakni: Pembacaan Laporan Umum Pertanggungjawaban (LUPJ) Ketua WHDI SULTRA masa bakti 2018-2023, Penyusunan Program Kerja WHDI SULTRA 2023-2028, dan Pemilihan Ketua WHDI SULTRA masa bakti 2023-2028.

 

 

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id
#Headline

Prof Gusti Ayu Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua WHDI Sultra 2023-2028

×

Prof Gusti Ayu Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua WHDI Sultra 2023-2028

Sebarkan artikel ini
Peserta Musprov III WHDI Sultra

Kendari, portal.id – Prof. Dr. Ir. Gusti Ayu Kade Sutariati, M.Si kembali mendapatkan kepercayaan menahkodai organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Sulawesi Tenggara (SULTRA) masa bakti 2023-2028. erdasarkan hasil Musprov III,

Prof. Gusti Ayu kembali terpilih secara aklamasi dalam forum Musyawarah Provinsi (Musprov) III WHDI Sultra yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 6 – 7 Mei 2023, bertempat di Hotel Srikandi Kendari.

Dengan terpilihnya kembali Prof Gusti Ayu sebagai Ketua WHDI SULTRA, maka ini merupakan periode ketiganya memimpin organisasi perempuan Hindu Dharma di SULTRA ini.

Usai terpilih sebagai Ketua WHDI SULTRA, Prof. Gusti Ayu menyampaikan bahwa para wanita Hindu di Sulawesi Tenggara memiliki komitmen kuat baik dalam kegiatan internal keumatan (ngayah), organisasi WHDI maupun eksternal dalam perannya sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

“Semangat ngayah yang tinggi dari WHDI Provinsi Sulawesi Tenggara dapat menjadi teladan yang sangat baik untuk proses regenerasi dan keberlanjutan organisasi ini,” katanya.

Menurutnya, meskipun terdapat berbagai keterbatasan finansial dalam pelaksanaan berbagai program kerja WHDI, namun komitmen dan semangat serta keikhlasan bekerja tanpa pamrih selama 5 tahun, telah membuat WHDI Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu organisasi wanita yang keberadaannya diperhitungkan baik di tingkat lokal, regional maupun nasional.

Ketua WHDI Sultra Terplilih (kiri) dan ketua Umum WHDI (kanan)

Ia menjelaskan, sesuai amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), kepengurusan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) ditetapkan selama lima tahun, dan salah satu tugas penting yang harus dilaksanakan kepengurusan WHDI Provinsi Sulawesi Tenggara adalah menyelenggarakan Musyawarah Provinsi pada tahun 2023. Musyawarah Provinsi (Musprov) merupakan forum tertinggi organisasi tingkat provinsi.

Pelaksanaan Musprov sangat penting dan strategis bahkan menjadi kunci dalam menentukan arah dan masa depan organisasi WHDI. Selain memilih Ketua, dari kegiatan Musprov diharapkan memperoleh masukan-masukan positif guna penyempurnaan dan perbaikan organisasi berkaitan dengan kebijakan, program kerja dan berbagai kegiatan khususnya di bidang keagamaan, organisasi, ekonomi, pendidikan/kebudayaan dan sosial.

Kegiatan Musprov WHDI SULTRA ini dihadiri dan dibuka oleh Ketua Umum WHDI Pusat, Ny. Wikanti Yogi S.Ag, M.Si. Saat memberi sambutan, Ny. Wikanti berpesan agar ibu-ibu yang tergabung dalam organisasi ini harus memiliki komitmen dan dedikasi untuk “ngayah” mengabdi dan menjadikan wanita Hindu menjadi wanita yang cerdas dan mandiri di berbagai bidang. “Harus mampu berpartisipasi dalam pembangunan, khususnya yang menjadi primadona saat ini, yakni menurunkan angka stunting di SULTRA,” pesan Ny. Wikanti.

Selain itu, lanjut Ny. Wikanti, ibu-ibu WHDI SULTRA harus memiliki sifat-sifat moerat dalam beragama, tidak radikal, harus bisa hidup rukun, saling menghormati, menjaga, dan bertoleransi tanpa harus menimbulkan konflik karena perbedaan yang ada.

Sedangkan Ketua WHDI SULTRA, Prof. Gusti Ayu dihadapan Ketua Umum WHDI Pusat menyampaikan bahwa, saat ini baru terbentuk 11 kepengurusan WHDI kota/kabupaten dari total 17 kabupaten/kota yang ada di SULTRA, sehingga masih ada tugas lanjutan untuk membentuk kepengurusan baru di SULTRA.

Prof. Gusti Ayu juga menyampaikan bahwa dalam Musprov itu, dilaksanakan juga sosialisasi hasil Munas V WHDI yang berlangsung pada 5 Mei 2023 yang dipimpin langsung Ketua Umum WHDI, didampingi Sekjen, Ida Ayu Shinta Dewi, SH, M.Kes. Kegiatan lain yang dilakukan sebelum Musprov, yakni seminar tentang Gender dan Stunting.

Ketua Panitia Musprov III WHDI SULTRA, Desak Ketut Sutiari, S.Si, M.Si menyatakan, kegiatan ini diikuti sebanyak 80 peserta, terdiri dari pengurus WHDI SULTRA plus utusan dari WHDI Kota/Kabupaten Kendari, Baubau, Buton, Muna Barat, Konawe, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Timur, dan Bombana.

Desak Ketut menyebutkan, tema Musprov III ini adalah: “WHDI Provinsi Sulawesi Tenggara Bersatu dan Berkomitmen Meningkatkan Kualitas Diri untuk Daya Saing, Kemandirian dan Turut Berpartisipasi dalam Pemulihan Ekonomi Bangsa”.

Agenda utama Musprov III ini, yakni: Pembacaan Laporan Umum Pertanggungjawaban (LUPJ) Ketua WHDI SULTRA masa bakti 2018-2023, Penyusunan Program Kerja WHDI SULTRA 2023-2028, dan Pemilihan Ketua WHDI SULTRA masa bakti 2023-2028.

 

 

 

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id