#Advetorial#HeadlineFokus Redaksi

Kota Kendari Promosikan Beras Organik Di “Halo Sultra” 2023

×

Kota Kendari Promosikan Beras Organik Di “Halo Sultra” 2023

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu bersama Kadis pertanian kendari di Stand Pemkot Kendari giat Pameran Halo Sultra 2023

Kolaka Timur, portal.id – Pemerintah Kabupaten Kota Kendari mempromosikan produk beras organik pada pameran Pesona Halo Sultra yang berlangsung di kecamatan Tirawuta, Kabupaten kolaka Timur, 10-14 Mei 2023.

Pj Bupati Kendari, Asmawa Tosepu, mengatakan beras organik dengan kemasan 10 kilogram tersebut merupakan salah satu hasil pertanian yang dikembangkasn oleh petani di kendari yang  sudah diberi merek bernama Beras Owoha.

“Beras ini dikembangkan menjadi beras organik karena tanpa sentuhan pupuk kimiawi. Inilah yang akan menjadi ikon kami di sektor pertanian sebagai salah satu daerah penghasil sultra yang bisa memproduksi beras organik,” katanya.

 

Pj Wali Klta Kendari, Asmawa Tosepu bersama Kadis Pertanian Kendari, Sahuriyanto di Stand Pemkot Kendari di Pameran Halo Sultra 2023

Ia berharap, setelah pameran Halo Sultra ini akan banyak lagi permintaan terhadap beras organik, sehingga bisa menjadi pemicu untuk terus mendorong petani terus mengembangkan beras organik.

“Kalau bisa kita memproduksi banyak, maka bisa menyuplai daerah-daerah lain di Sultra khusunya bagi mereka yang lebih mengedepankan faktor kesehatan dalam mengkonsumsi beras,” katanya.

Pengembangan beras organik kata dia, sangat penting agar hasil produksi petani memiliki ciri khas tersendiri dan menambah nilai jual hasil panen petani. Selain dapat meningkatkan kesejahteraan petani, produksi beras owoha dapat mewujudkan ketahanan pangan.

“Areal tanam padi organik tersebut masih terbatas untuk lokasi Amohalo, dan masih bisa dikembangkan lagi luasannya, baik itu di kawasan persawahan Amohalo maupun di kawasan Persawahan Labibia Kecamatan Mandonga,” katanya.

“Pengembangan padi Organik Owoha diharapkan nantinya menjadi komoditas unggulan pertanian Kota Kendari,” katanya.

Kadis Pertanian Kendari, Sahuriyanto, mengatakan pengembangan padi organik saat ini dilakukan diatas lahan kurang lebih 450 hektare yang berada di kawasan persawahan Amohalo.

“Saat ini kita lagi fokus untuk mengembangkan padi atau beras organik, yaitu beras yang tidak mengandung zat kimia berbahaya,” kata Pj Wali Kota Kendari.

Penggunaan pestisida kimia dan pupuk kimia dalam budidaya padi organik telah diganti dengan pemakaian pestisida dan pupuk organik, sehingga pertanian organik tidak lagi mengandalkan pestisida kimia semata tetapi menggunakan pestisida hayati.

Giat panen Padi Organik Owoha di Amohalo beberapa waktu lalu

Menruut dia, produktivitas padi meningkat sejak mengembangkan padi organik Owoha di kawasan persawahan Amohalo tersebut hingga mencapai dua kali lipat.

“Awalnya, produktivitas padi organik Owoha ini bisa mencapai 4-5 ton gabah kering giling per hektare, sekarang sudah mencapai 9,6 ton per hektare,” katanya.

Untuk mendukung produksi padi organik tersebut, maka pihaknya telah menyalurkan bantuan bibit, pupuk dan alsintan (alat dan mesin pertanian).

“Kami bersama BI memberika pelatihan integrated ecofarming berteknologi mikroba Alfa-fa kepada petani di Amohalo untuk menghasilkan produk-produk pertanian dan pangan sehat,” pungkasnya.(ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id
#Advetorial#HeadlineFokus Redaksi

Kota Kendari Promosikan Beras Organik Di “Halo Sultra” 2023

×

Kota Kendari Promosikan Beras Organik Di “Halo Sultra” 2023

Sebarkan artikel ini
Pj Wali Kota Kendari, Asmawa Tosepu bersama Kadis pertanian kendari di Stand Pemkot Kendari giat Pameran Halo Sultra 2023

Kolaka Timur, portal.id – Pemerintah Kabupaten Kota Kendari mempromosikan produk beras organik pada pameran Pesona Halo Sultra yang berlangsung di kecamatan Tirawuta, Kabupaten kolaka Timur, 10-14 Mei 2023.

Pj Bupati Kendari, Asmawa Tosepu, mengatakan beras organik dengan kemasan 10 kilogram tersebut merupakan salah satu hasil pertanian yang dikembangkasn oleh petani di kendari yang  sudah diberi merek bernama Beras Owoha.

“Beras ini dikembangkan menjadi beras organik karena tanpa sentuhan pupuk kimiawi. Inilah yang akan menjadi ikon kami di sektor pertanian sebagai salah satu daerah penghasil sultra yang bisa memproduksi beras organik,” katanya.

 

Pj Wali Klta Kendari, Asmawa Tosepu bersama Kadis Pertanian Kendari, Sahuriyanto di Stand Pemkot Kendari di Pameran Halo Sultra 2023

Ia berharap, setelah pameran Halo Sultra ini akan banyak lagi permintaan terhadap beras organik, sehingga bisa menjadi pemicu untuk terus mendorong petani terus mengembangkan beras organik.

“Kalau bisa kita memproduksi banyak, maka bisa menyuplai daerah-daerah lain di Sultra khusunya bagi mereka yang lebih mengedepankan faktor kesehatan dalam mengkonsumsi beras,” katanya.

Pengembangan beras organik kata dia, sangat penting agar hasil produksi petani memiliki ciri khas tersendiri dan menambah nilai jual hasil panen petani. Selain dapat meningkatkan kesejahteraan petani, produksi beras owoha dapat mewujudkan ketahanan pangan.

“Areal tanam padi organik tersebut masih terbatas untuk lokasi Amohalo, dan masih bisa dikembangkan lagi luasannya, baik itu di kawasan persawahan Amohalo maupun di kawasan Persawahan Labibia Kecamatan Mandonga,” katanya.

“Pengembangan padi Organik Owoha diharapkan nantinya menjadi komoditas unggulan pertanian Kota Kendari,” katanya.

Kadis Pertanian Kendari, Sahuriyanto, mengatakan pengembangan padi organik saat ini dilakukan diatas lahan kurang lebih 450 hektare yang berada di kawasan persawahan Amohalo.

“Saat ini kita lagi fokus untuk mengembangkan padi atau beras organik, yaitu beras yang tidak mengandung zat kimia berbahaya,” kata Pj Wali Kota Kendari.

Penggunaan pestisida kimia dan pupuk kimia dalam budidaya padi organik telah diganti dengan pemakaian pestisida dan pupuk organik, sehingga pertanian organik tidak lagi mengandalkan pestisida kimia semata tetapi menggunakan pestisida hayati.

Giat panen Padi Organik Owoha di Amohalo beberapa waktu lalu

Menruut dia, produktivitas padi meningkat sejak mengembangkan padi organik Owoha di kawasan persawahan Amohalo tersebut hingga mencapai dua kali lipat.

“Awalnya, produktivitas padi organik Owoha ini bisa mencapai 4-5 ton gabah kering giling per hektare, sekarang sudah mencapai 9,6 ton per hektare,” katanya.

Untuk mendukung produksi padi organik tersebut, maka pihaknya telah menyalurkan bantuan bibit, pupuk dan alsintan (alat dan mesin pertanian).

“Kami bersama BI memberika pelatihan integrated ecofarming berteknologi mikroba Alfa-fa kepada petani di Amohalo untuk menghasilkan produk-produk pertanian dan pangan sehat,” pungkasnya.(ADV)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id