Kendari, portal.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), H Muhamad Saleh, menegaskan kepada seluruh petugas haji nantinya mampu memberikan pelayanan haji yang maksimal bagi jamaah haji tahun ini.
“Haji menjadi perhatian kita saat ini, karena jamaah kebanyakan lansia. Karenanya saya meminta perhatian dari Kepala Kemenag kab/kota dan Kasi PHU untuk meyukseskan ini, dan mendesain proses pemberangkatan yang memudahkan jamaah. Karena ada beberapa hal yang dilaksanakan tahun sebelumnya, mengalami perubahan ditahun ini,” kata Kakanwil saat membuka Rapat Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Pelepasan Petugas PPIH Kloter dan PPIH Arab Saudi Tahun 1444 H/2023 M, di Aula Asrama Haji Kendari, Rabu (17/5/23).
Saat memimpin rapat, Kakanwil didampingi oleh Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hj Marni, dan diikuti seluruh Kepala Kantor Kementerian Agama kab/kota dan Kepala Seksi PHU se Sultra, serta petugas PPIH kloter dan PPIH Arab Saudi Tahun 1444 H/2023 M.
Kakanwil mengatakan, rapat ini dilaksanakan dalam rangka mendialogkan serta menyatukan persepsi dan pemahaman dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.

“Dimana pelaksanaan ibadah haji pasca pandemi, tahun ini adalah pertamakalinya dikembalikan pada kuota normal, dengan komposisi 30 persen diantaranya adalah calon jamaah haji lansia. Ini yang perlu kita diskusikan dan bicarakan bersama, sehingga pelaksanaan ibadah haji tahun ini bisa berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita bersama,” katanya.
Dirinya menyebut, jamaah haji Sultra tahun ini memiliki tatanan yang kompleks sehingga tahun ini juga ada penambahan jenis layanan petugas haji, yakni petugas haji khusus lansia. Hal ini, tentu selaras dengan tema penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, yakni “Haji Ramah Lansia”.
Meskipun belum ada kloter paten bagi Calon Jamaah Haji Sultra, namun menurut Kakanwil persiapan pemberangkatan sudah harus dibahas sebelumnya, sembari menunggu batas pelunasan sampai tanggal 19 Mei 2023 dan distribusi kuota tambahan dari pusat.

“Secara umum kuota kita sudah memenuhi, namun kita belum bisa menentukan kloter yang paten. Karena ada 8 ribu kuota tambahan yang belum didistribusi di wilayah-wilayah, termasuk di Sultra,” terang Saleh.
Kakanwil menambahkan, jika Kanwil Kemenag Sultra melalui bidang PHU saat ini baru saja merampungkan penetapan petugas kloter untuk masing-masing kloter. Ada lima kloter utuh untuk Calon Jamaah Haji Sultra, dan selebihnya akan tergabung dalam kloter Makassar.
Kakanwil juga mengingatkan, jangan sampai ada jamaah yang terlewati dan tidak mendapatkan informasi tentang pelunasan. Kakanwil sekaligus menegaskan, koordinasi dengan pemerintah daerah mengenai biaya lokal harus dibicarakan secara transparan dan terbuka. Untuk diketahui, Kloter pertama Calon Jamaah Haji Sultra dijadwalkan akan diberangkatkan pada 10 Juni mendatang.






