#HeadlineFokus RedaksiKesehatan & Gaya HidupMetro Kendari

Anggota DPRD Kendari Ajak Masyarakat Dukung Program Pencegahan Stunting

×

Anggota DPRD Kendari Ajak Masyarakat Dukung Program Pencegahan Stunting

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Anggota DPRD Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Laode Lawama, mengajak masyarakat terutama para ibu-ibu dan remaja putri supaya dapat mendukung program pencegahan stunting yang dicanangkan pemerintah saat ini.

Dengan mendukung program pemerintah maka kasus stunting dapat ditekan dan dicegah, sebab stunting ini sangat berpengaruh terhadap kelanjutan hidup anak-anak kedepannya.

“Dalam upaya pencegahan maupun penanganan stunting tentu memerlukan dukungan masyarakat agar program yang sudah dicanangkan pemerintah bisa berjalan optimal,” kata Lawama yang merupakan kader PDIP ini.

Ia mengatakan, yang perlu menjadi penekanan penting adalah edukasi sejak dini kepada pasangan muda, penting sebagai tindakan preventif, mulai dari pemahaman mengenai asupan saat ibu mengandung, hingga kelahiran saat anak lahir sampai usia dua tahun.

“Partai politik ikut bertanggung jawab dan berkontribusi pada menurunnya angka stunting anak usia bawah dua tahun. Caranya melalui peningkatkan kesadaran publik dan melakukan perubahan perilaku masyarakat,” katanya.

Ia berpesan kepada para ibu-ibu, baik dalam masa kehamilan maupun menyusui serta mempunyai anak balita supaya dapat aktif untuk memeriksakan kesehatan ke puskesmas ataupun posyandu serta mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

“Memeriksakan kesehatan diwaktu hamil maupun menyusui dan anak-anak balita itu penting agar stunting dapat dicegah, serta mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, tidak perlu mahal karena itu banyak disekitar kita sperti ikan, sayur-sayuran dan buah-buahan,” tuturnya.

Selanjutnya, bagi remaja putri yang notabene merupakan calon ibu kedepannya sejak dini harus dapat rutin mengonsumsi tablet tambah darah (TTD), berperilaku sehat tidak merokok dan memakai narkoba, memenuhi gizi seimbang, serta hidup bersih seperti menjaga kesehatan reproduksi.

“Kita harap dengan adanya dukungan dalam upaya pencagahan stunting, persoalan kesehatan ini khususnya di Kalteng dapat berkurang bahkan tidak ada lagi. Maka dari itu kita mendorong semua pihak agar bersama-sama mendukung program pemerintah,” tandasnya.

Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kendari, Subhan, mengatakan untuk mewujudkan Kota Kendari zero stunting melalui kerja bersama melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah. Proses perencanaan sampai pelaksanaan program pun dilakukan secara terintegrasi.

“Dinas kesehatan, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Dinas Sosial, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pendidikan, Dinas Ketananan Pangan dan Diskominfo,” katanya.

Sehingga kata dia, penanganan tidak dibebankan kepada satu dinas saja, melainkan harus dikerjakan secara bersama-sama. Lintas koordinasi menjadi yang utama untuk menuntaskan persoalan stunting. Selanjutnya, bila masih ada yang belum optimal, maka dewan menjadikan hal itu sebagai perhatian utama.

“Kelurahan yang masih merah dalam penanganan stunting pastinya jadi konsen kita, tentu itu prioritas agar tidak menjadi merah lagi. Yang sudah tuntas terus dipantau, jangan sampai menjadi bibit sehingga muncul problem baru,” tuturnya.

Muh Yusup

Pj Wali Kota Kendari, Muhammad Yusup, mengatakan kasus stunting muncul karena sejumlah permasalahan utama di masyarakat, di antaranya kemiskinan yang jadi fokus utama untuk pemberantasan permasalahan stunting.

“Stunting bukan hanya karena terkait tumbuh kembang anak terhambat, tetapi juga melibatkan permasalahan pola asuh anak, sanitasi lingkungan, asupan gizi, dan berbagai aspek lainnya,” katanya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan bersama-sama saling sinergi dan berkolaborasi dalam upaya mencegah menanggulangi stunting sehingga kasusnya semakin berkurang di tengah masyarakat.(adv)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id