Kendari, portal.id – Menindaklanjuti hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Perumda Air Minum (PDAM) Tirta Anoa Kendari beberapa waktu lalu, Komisi II DPRD Kota Kendari melakukan kunjungan kerja (Kunker) untuk melihat langsung kondisi dan permasalahan yang dihadapi oleh PDAM Tirta Anoa Kendari dalam pelayanan air bersih di Kota Kendari, Selasa, (28/05/2024).
Kunker dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Kendari, Rizki Brilian Pagala didampingi Wakil Ketua Komisi II Sahabuddin dan Anggota DPRD Komisi II Andi Sulolipu. Kedatangan Komisi II diterima oleh Direktur PDAM Tirta Anoa Kendari Zainuddin, beserta jajaran, serta dewan pengawas PDAM Tirta Anoa Kendari Syarifuddin, Kabag Ekonomi Kota Kendari Syafruddin, dan Bappeda Kota Kendari.
Pada kunjungan ini Direktur PDAM Tirta Anoa Kendari menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi dalam pelayanan air di Kota Kendari diantaranya kendala yang dihadapi dalam mengalirkan air pada pelanggan yang berada di daerah ketinggian, hilangnya beberapa ribu meter kubik air yaitu dari 14.000 Meter kubik air yang dialirkan yang dibayarkan hanya mencapai 3.700 meter kubik air, dan kemampuan Perumda yang hanya mampu memasuk 170 liter air per detik sementara kebutuhan di kota Kendari mencapai 770 liter air per detik idealnya untuk menjangkau seluruh pelanggan.
Dia juga menyampaikan beberapa langkah yang dilakukan yaitu dengan menggandeng pihak Telkomsel agar pembayaran air bisa melalui aplikasi serta membentuk tim untuk melakukan evaluasi di lapangan, baik pengairan, kebocoran dan penagihan.
Sementara itu, Komisi II menyampaikan beberapa keluhan dan harapan terkait pelayanan air bersih di kota Kendari diantaranya Andi Sulolipu yang menyampaikan agar PDAM Tirta Anoa Kendari melakukan perampingan manajemen, penyelesaian pengaduan masyarakat terkait air bersih, serta meningkatkan pelayanan terhadap pengaduan masyarakat.
Selanjutnya Wakil Ketua Komisi II Sahabuddin mengkritisi adanya program running test di mana Banyak keluhan yang diberikan masyarakat di wilayah ketinggian yang tidak dapat air setelah adanya program tersebut dan merujuk hasil pemeriksaan BPK terhadap hasil kinerja Perumda Kota Kendari untuk kedepannya dapat dimaksimalkan dalam melayani masyarakat.
Terakhir, Ketua Komisi II Rizki Brilian Pagala menyampaikan masukannya terhadap PDAM Tirta Anoa Kendari yaitu agar Pakta integritas perlu didiskusikan dengan karyawan, terkait layanan, menitipkan fokus pada 10 ribu kebocoran layanan air.
Tapi Rizki menyarankan agar ada deadline waktu menyelesaikan persoalan di lapangan. Sebenarnya gampang menemukan persoalan, dengan melakukan inventaris pelanggan, dan menekankan dalam perusahaan harus nuansa nilai kekeluargaan agar segala permasalahan bisa diselesaikan dengan baik.






