Makkah, portal.id – Jemaah haji asal Sulawesi Tenggara telah melewati fase Armuzna dengan lancar. Saat ini, seluruh jemaah haji Sultra telah berada di Makkah, dalam kondisi sehat.
Hal ini sebagaimana disampaikan Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhamad Saleh via sambungan telepon, Senin, 9/5/2025, WAS. Kelancaranan seluruh proses ini, kata Saleh yang juga selaku Tim Monev Haji Indonesia Tahun 1446 H/2025 M, tidak terlepas dari ikhtiar yang dilakukan oleh Kemenag dalam memberikan layanan terbaik kepada seluruh jemaah haji.
“Tahun ini, pelayanan haji menunjukkan peningkatan signifikan baik dari sisi kenyamanan, keteraturan, hingga kualitas petugas. Semua ini merupakan hasil kerja keras Kementerian Agama di bawah kepemimpinan menteri Agama RI, H. Nasaruddin Umar yang visioner serta dedikasi para petugas haji yang semakin profesional,” ungkap Saleh.
Selain upaya diplomasi intensif dengan Pemerintah Arab Saudi, Menteri Agama berhasil membawa terobosan nyata melalui peningkatan fasilitas yang turut meningkatkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan haji.
Melalui langkah-langkah nyata ini, Kementerian Agama RI kembali menegaskan bahwa pelayanan haji bukanlah semata urusan administratif atau seremonial, tetapi merupakan amanah spiritual dan sosial yang agung, sebuah bentuk khidmat kepada tamu-tamu Allah yang menyatukan seluruh unsur bangsa dalam semangat pelayanan terbaik.
Menurut Saleh, petugas haji tahun ini tampil lebih terlatih, ramah dan siaga dalam berbagai situasi. Mereka tidak hanya hadir dalam pendampingan ibadah dan pengaturan logistik, tetapi juga aktif membantu jemaah secara langsung di lapangan. Mulai dari mengarahkan saat thawaf, membantu jemaah lansia naik bus, hingga menenangkan mereka yang kebingungan atau kelelahan.
“Kehadiran petugas menjadi penopang utama kelancaran ibadah, sekaligus wujud nyata pelayanan yang tulus dan menyeluruh,” ujarnya.
Tahun ini, jemaah Indonesia menikmati peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Dukungan layanan kesehatan 24 jam juga menjadi nilai tambah penting bagi kenyamanan jemaah.
Petugas kesehatan sigap mengontrol jemaah haji terutama lansia dan komorbid. Bahkan, para jemaah haji memperoleh layanan kesehatan secara door to door. Karena kesigapan petugas, tingkat kematian jemaah haji tahun ini dapat ditekan.
“Haji 2025 adalah cerminan dari kemajuan pelayanan haji Indonesia. Perpaduan kepemimpinan Kementerian Agama yang inovatif dan kinerja para petugas yang luar biasa membawa pengalaman ibadah yang lebih tertib, nyaman dan membanggakan. Semoga kualitas ini terus terjaga dan semakin meningkat di tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.






