Kolaka Utara, portal.id – Kemendukbangga/BKKBN, Perwakilan BKKBN Provinsi Sultra – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Provinsi Sulawesi Tenggara menggandeng ketua Tim Kerja Halakiemas Perwakilan BKKBN Provinsi Sultra, Mustakim, untuk melaksanakan kegiatan Fasilitasi dan pembinaan 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) di Aula Kantor Kecamatan Lasusua Kabupaten Kolaka Utara.
Kepala Dinas P3APPKB Provinsi Sultra, Dr.Dra. Zanuriah, M.Si, dalam sambutannya menyatakan, dalam rangka mewujudkan generasi yang cerdas dan berkualitas, Pemerintah Pusat dan Daerah harus bersinergi dalam rangka menurunkan angka stunting.
“Jadi, pemerintah pusat dan daerah harus bersinergi dalam rangka menekan dan menurunkan angka stunting,”ujarnya.
Pemateri dalam kegiatan tersebut terdiri dari 5 orang yakni, Kadis P3APPKB Provinsi Sultra, Ketua Tim Kerja Halakiemas Perwakilan BKKBN Provinsi Sultra, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kolaka Utara, dan dr. Syarif Nur, M.Kes, Sp.OG, M.Hk selaku ketua IDI Kolaka Utara.

Kadis PPKB Kolaka Utara, Hasrayani, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan pembelajaran orang dewasa, sehingga peserta diharapkan bisa saling mengisi dan memberi informasi satu sama lain.
Sedangkan Ketua Tim Kerja Halakiemas Perwakilan BKKBN Prov. Sultra, Dr.H.Mustakim, dalam penyajian materinya disamping materi utama Pengasuhan 1000 HPK juga memberikan banyak informasi tentang program bangga kencana terutama program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (genting) dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita Non PAUD yang merupakan program kerja sama antara Badan Gizi Nasional(BGN) dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.
Ketua IDI Kab. Kolaka Utara, dr. Syarif Nur, menyampaikan materi dengan penuh semangat. Beliau sangat senang karena ada sinergi antar lintas sektor dalam upaya pengendalian dan pencegahan stunting.
Peserta dalam kegiatan tersebut sebanyak 90 orang yang terdiri dari ibu bamil, ibu menyusui, dan orang tua pemilik baduta, serta kader lapangan, kader tingkat kecamatan dan kabupaten.
Penulis: Mustakim






