Kendari, portal.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, menargetkan penurunan angka stunting di tahun 2025 menjadi 14% sesuai target nasional.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Kota Kendari, Jahudding mengatakan, angka stunting Kota Kendari berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 berada diangka 20%.
“Hasil SSGI Kota Kendari masih berada diangka 20 persen. Artinya masih perlu kerja keras untuk mencapai target nasional 14%,” terang Jahudding, Selasa (15/7/2025).
Karena hal tersebut, lanjutnya, Pemkot Kendari bekerja keras mewujudkan generasi yang memiliki Sumber Daya Manusia berkualitas di masa mendatang.
“Itu sebabnya kami terus meningkatkan sinergitas lintas sektor dalam upaya percepatan pencegahan penurunan angka stunting Kota Kendari,” lanjutnya.
Jahudding menyampaikan, salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah rapat bersama seluruh stakeholder dan OPD terkait untuk menyamakan persepsi dalam penanganan keluarga berisiko stunting.
“Berdasarkan pendataan rutin tahunan, di Kota Kendari terdapat 1.018 keluarga yang masuk kategori berisiko stunting. Inilah yang menjadi fokus utama kita dalam melakukan intervensi, baik secara spesifik maupun sensitif,” ujarnya
Ada enam indikator yang membuat keluarga masuk kategori berisiko stunting, yaitu sanitasi tidak layak, keterbatasan akses air bersih, serta faktor “4 Terlalu” terlalu muda sudah hamil, terlalu tua masih hamil, terlalu banyak anak, dan jarak kelahiran terlalu rapat. Faktor-faktor ini, jika tidak diintervensi dengan edukasi dan pendampingan yang tepat, akan memicu lahirnya generasi baru dengan risiko stunting.
Sebagai terobosan, Pemkot Kendari meluncurkan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Intervensi Stunting). Melalui program ini, masyarakat yang mampu diharapkan mau menjadi pendamping bagi keluarga berisiko stunting maupun yang sudah mengalami stunting.
“Kalau dulu kita kenal istilah Persaudaraan Madani, sekarang kita sebut Orang Tua asuh. Konsepnya, masyarakat yang mampu menjadi orang tua asuh bagi keluarga yang memerlukan pendampingan,” jelas Jahudding.
Pemkot Berharap seluruh elemen masyarakat turut mendukung pergram pemerintah dalam menekan angka stunting, demi menciptakan generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas.
“Kolaborasi lintas sektor dan evaluasi menyeluruh terhadap program setiap OPD adalah kunci. Kami juga menekankan pentingnya pemanfaatan data keluarga berisiko stunting secara presisi dan menyeluruh, agar setiap langkah benar-benar menyasar kebutuhan di lapangan,” katanya.

Mengenai penurunan stunting di Kota Kendari mendapatkan dukungan penuh dari DPRD Kota Kendari. Hal itu disampaikan langsung, Wakil Ketua II DPRD Kota Kendari Irmawati
Dia menegaskan dukungan DPRD Kota yang terhadap upaya Pemerintah Kota Kendari (Pemkot) dalam mengatasi masalah stunting. Dukungan tersebut terwujud dalam bentuk sosialisasi, penganggaran, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
“DPRD Kota Kendari mendukung sosialisasi pencegahan stunting yang dilakukan oleh Pemkot, seperti sosialisasi pentingnya gizi, ASI eksklusif, dan MPASI yang bergizi”. Ungkapnya
Lebih lanjut, politisi Partai Nasdem ini mengatakan DPRD Kota Kendari turut mendukung penganggaran APBD untuk program percepatan penurunan stunting, yang menjadi bukti komitmen Pemkot dalam mengatasi masalah ini.
“DPRD Kota Kendari mendorong kolaborasi antar instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan, Bappeda, dan kelurahan, untuk menjalankan program percepatan penurunan stunting” tambahnya lagi.

Selain itu, menurut beliau DPRD Kota Kendari juga memberikan dukungan legislatif berupa regulasi yang mendukung upaya pencegahan stunting, seperti peraturan daerah yang berkaitan dengan kesehatan dan gizi.
“Kami (DPRD), mendukung program orang tua asuh stunting yang digagas oleh Wali Kota Kendari, sebagai upaya untuk meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap anak-anak yang berpotensi mengalami stunting” ujarnya.






