Jakarta, portal.id – Ada agenda nasional yang dilaksanakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (kemendukbangga)/ BKKBN RI mulai dari tanggal 17 s.d. 18 Juli 2025, yaitu kegiatan Konsolidasi dan Rekonsiliasi Kedeputian Penggerakan Masyarakat (permas) yang menghadirkan peserta ratusan dari seluruh Indonesia.
Agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah membahas salah satu program quick win kemendukbangga yaitu program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (genting).
Di Sulawesi Tenggara, program yang berorientasi pada Keluarga Risiko Stunting (KRS) kategori miskin tersebut dikendalikan oleh semua Tim Pengendali Genting (TPG) baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota di 17 kabupaten/kota.
Ketua TPG Tingkat Prov. Sultra, Mustakim yang saat ini berada di Jakarta bersama ketua tim kerja datin dan laptip, mengikuti kegiatan konsolidasi dan rekonsiliasi tersebut menyatakan ungkapan rasa syukurnya karena data laporan capaian genting Prov. Sultra tidak disoroti panitia konsolidasi dan rekonsiliasi pusat.
Pada awalnya, capaian laporan genting Sultra menduduki posisi urutan ke-6 terbanyak capaiannya se-Indonesia dengan kategori warna biru.
Setelah data diperbaiki dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan Kabupaten Kolaka Utara dan Konawe Selatan (mengingat data dari kedua kab tersebut ada sedikit kejanggalan), posisi Sulawesi Tenggara bergeser ke posisi 10 besar se-Indonesia dengan jumlah sasaran total se-Sultra sebanyak 5.429 sasaran.
Mustakim optimis jumlah tersebut akan terus bertambah, karena ada satu kabupaten yang katakanlah sudah memiliki anggaran genting dari komunitas ASN se-Wakatobi yang sudah tersimpan di BAZNAS Kab. Wakatobi yang siap digelontorkan kepada 452 KRS di kabupaten tersebut.
Hari ini (18/07/2025) Kabupaten Wakatobi sudah launching genting dengan mendapat dukungan luar biasa dari Bupati hingga seluruh ASN kabupaten kepulauan yang dikenal dengan terumbu karangnya yang indah.
Penulis: Alif/Mustakim






