#Advetorial#HeadlineEkonomi & BisnisFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Tekan Laju Inflasi, Pemkot Kendari Siapkan 12 Hektare Lahan Pertanian Kota

×

Tekan Laju Inflasi, Pemkot Kendari Siapkan 12 Hektare Lahan Pertanian Kota

Sebarkan artikel ini
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat menghadiri gerakan tanam cabai serentak di seluruh Sulawesi Tenggara sekira 9.200 bibit cabai ditanam secara serentak di 17 kabupaten/kota, papa Rabu (16/7/2025) di Kelurahan Purirano, Kecamatan Kendari.

Kendari, portal.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyiapkan 12 hektare lahan untuk pertanian kota untuk membudidayakan tanaman pangan guna menekan laju inflasi di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Hal itu disampaikan langsung Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat menghadiri gerakan tanam cabai serentak di seluruh Sulawesi Tenggara sekira 9.200 bibit cabai ditanam secara serentak di 17 kabupaten/kota, papa Rabu (16/7/2025) di Kelurahan Purirano, Kecamatan Kendari.

Ia mengatakan bahwa lokasi yang disiapkan itu untuk ditanami tanaman pangan, seperti sayur-mayur, cabai, terong, sawi, kacang panjang.

“Pemerintah Kota Kendari sudah mencanangkan urban farming di kawasan Nanga-nanga kurang lebih 12 hektare,” kata Siska Karina.

Ia menyebutkan bahwa penyiapan tempat itu sebagai upaya langkah Pemkot Kendari dalam menjaga stabilisasi harga dan pasokan pangan di tengah-tengah masyarakat apabila terjadi kenaikan harga di pasar.

Wali Kota Kendari Siska Karina Imran saat menghadiri gerakan tanam cabai serentak di seluruh Sulawesi Tenggara sekira 9.200 bibit cabai ditanam secara serentak di 17 kabupaten/kota, papa Rabu (16/7/2025) di Kelurahan Purirano, Kecamatan Kendari.

Pemkot Kendari juga terus mendorong program pertanian perkotaan serta pemanfaatan pekarangan dan gerakan keluarga menanam sebagai bagian dari budidaya masyarakat guna memperkuat ketahanan pangan.
Sebab, Kota Kendari sudah mengalami kenaikan cabai yang sangat signifikan, yaitu dengan harga Rp100 ribu per kilogram.

Ia menjelaskan bahwa saat ini, pihaknya telah menetapkan tiga lokasi khusus pemanfaatan pekarangan yang terletak di tiga kecamatan di Kota Kendari dengan memberikan bantuan senilai Rp20 juta per kelurahan untuk pengembangan pemanfaatan pekarangan.

“Tiga lokus (lokasi khusus) pemanfaatan pekarangan, yaitu di Kelurahan Punggaloba Kecamatan Kendari Barat, Kelurahan Kambu Kecamatan Kambu, dan Kelurahan Pondambea Kecamatan Kadia,” ujarnya.

Siska Karina juga mengajak seluruh masyarakat di Kota Kendari untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber pangan sehat yang aman dari pestisida dan tidak perlu lahan yang luas untuk ditanami karena hanya membutuhkan tempat yang kecil dan juga barang yang kecil, yaitu pot polybag ataupun media tanam yang sederhana.

“Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya kaum ibu, untuk mulai memanfaatkan pekarangan rumah guna menanam tanaman pangan seperti cabai, tomat, dan sayuran lainnya,”ajaknya

Kata dia, urban farming tidak memerlukan lahan luas, melainkan cukup dengan pot, polybag, atau tanah pekarangan yang ada di depan rumah.

“Yang penting dimulai, karena tanaman seperti cabai dan tomat sekarang sudah mahal,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa menanam sendiri bahan pangan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus menjadi peluang penghasilan tambahan.

“Kalau hasil tanamannya banyak, bisa dijual. Pasti laku. Siapa sih di Kendari yang tidak makan lombok?” katanya, menekankan pentingnya kemandirian pangan di tingkat keluarga.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak malu atau ragu memulai kebiasaan menanam.

“Saya pun di rumah menanam,”ungkapnya, memberi teladan langsung sebagai kepala daerah.

Menurutnya, inisiatif kecil dari rumah bisa memberi dampak besar jika dilakukan secara kolektif oleh warga Kota Kendari.

Kadis Pertanian Kota Kendari Makmur

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Kendari Makmur, yang menjadi penggerak utama program ini, mengatakan bahwa tujuan dari pemanfaatan pekarangan dan lahan kosong berbasis kawasan yaitu untuk mengoptimalkan potensi lahan kosong di seluruh Kota Kendari.

“Jadi program ini dirancang untuk menekan angka inflasi dan memberdayakan lahan kosong yang belum diolah secara optimal. Dengan meningkatkan produksi pangan lokal, kami berharap masyarakat tidak hanya mendapatkan manfaat dari hasil panen, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan mereka,” ucapnya. (Adv).

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id