#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiKesehatan & Gaya HidupMetro KendariPendidikan & Budaya

Hadiri Giat Sosialisasi dan Penandatanganan MoU MBG, Kadis Dalduk-KB Kendari Sebut Program Ini Bisa Tekan Angka Stunting

×

Hadiri Giat Sosialisasi dan Penandatanganan MoU MBG, Kadis Dalduk-KB Kendari Sebut Program Ini Bisa Tekan Angka Stunting

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk dan KB) Kota Kendari Jahudding menghadiri kegiatan sosialisasi dan Penandatangan Kerja Sama atau Memorandum of Understanding (MoU) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) antara Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Kendari Barat dan SPPG Kecamatan Wua-Wua dengan Sekolah Penerima Manfaat. Kegiatan tersebut berlangsung disalah satu hotel di Kendari, Kamis (31/7/2025).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Mutiara Indah Haluoleo itu dihadiri Wali Kota Kendari Siska Karina Imran yang diwakili Asisten II Setda Kota Kendari Nismawati, Korem Kendari, Dinas Kesehatan serta sejumlah kepala Sekolah Penerima Manfaat.

Dikesempatan itu, Kadis Dalduk dan KB Kota Kendari Jahudding mengatakan kegiatan ini adalah penandatangan MoU antara SPPG dengan sekolah penerima manfaat.

“Dalam dekat ini ada penambahan SPPG di Kota Kendari yang selama ini hanya empat dan sekarang di tambah dua SPPG yaitu SPPG Kecamatan Kendari Barat (Seroja) dan SPPB Kecamatan Wua-Wua (Tunggala), tentu kita berharap dengan adanya tambah SPPG ini maka penerima manfaat semakin banyak di Kota Kendari termasuk non pendidikan, yakni ibu hamil, ibu menyusui dan balita (3B),”ujarnya.

Untuk penerima MBG bagi non pendidikan 3b di SPPB Kecamatan Wua-Wua sebanyak 300 penerima, begitupun juga di SPPG Kecamatan Kendari Barat.

“Kita sudah siapkan datanya bagi penerima non pendidikan, tinggal kita serahkan di dua SPPG tersebut,”kata dia,

Untuk itu, dia berharap dengan adanya program MBG ini yang sudah menyasar di 3B ini, bisa menurunkan angka stunting di Kota Kendari, sesuai target nasional di angka 14 persen.

Sementara itu, Wali Kota Kendari diwakili oleh Asisten II Setda Kota Kendari, Dr. Nismawati dalam sambutanya menegaskan bahwa Kota Kendari memiliki komitmen kuat dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang kesehatan dan pendidikan.

“Anak-anak yang sehat secara fisik dan mental akan lebih optimal dalam belajar dan bertumbuh. Kebutuhan gizi sejak usia dini menjadi indikator penting dalam menciptakan generasi unggul,” jelasnya.

Oleh karena itu, sambung dia, inisiatif dan pembentukan pengaturan SPPG di tingkat kecamatan khususnya di Kecamatan Kendari Barat dan Wua-Wua merupakan langkah strategis dan solutif. Kehadiran SPPG ini diharapkan menjadi ujung tombak dalam melakukan edukasi, pendampingan dan intervensi langsung kepada masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah agar mereka dapatkan pemenuhan gizi yang layak dan berkelanjutan.

“Penandatangan MoU ini adalah wujud nyata kolaborasi lintas sektor antara pemerintah kecamatan dan sekolah-sekolah dan unit pelayanan kesehatan yang semua memiliki kepedulian dan tanggung jawab yang sama terhadap pemenuhan gizi anak-anak kita,”katanya

Ia menambahkan, sekolah memiliki peran strategis sebagai tempat pembentukan karakter dan kebiasaan-kebiasaan hidup sehat. Melalui kerja sama ini, edukasi mengenai pola makan seimbang, pentingnya serapan sehat, pengenalan jenis-jenis makan bergizi, serta prilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi bagian dari aktivitas rutin di sekolah.

“Dengan adanya SPPG yang bekerja sama dengan sekolah pemantauan berat badan, tinggi badan dan indikator kesehatan lainnya bisa dilakukan secara berkala. Hal ini penting untuk mendeteksi sejak dini kemungkin terjadinya gizi kurang, gizi lebih, atau bahkan stunting,”pungkasnya.

Ketua SPPG Kendari Barat menjelaskan bahwa program ini menjadi bentuk nyata keterlibatan yayasan lokal seperti Yayasan Mutiara Indah Haluoleo dalam pembangunan gizi masyarakat.

Dikesempatan yang sama, Wakil Kepala Regional SPPG Sultra, Maharany Puspaningrum, S.Ft., S.A.P., M.Han, menyampaikan bahwa sasaran program MBG tidak hanya peserta didik dari PAUD hingga SMA/SMK, tetapi juga balita non-PAUD, ibu hamil (Bumil), dan ibu menyusui (Busui).

“Program ini inklusif. Sekolah swasta, bahkan yang tergolong menengah ke atas, tetap bisa menjadi penerima manfaat,” tegasnya.

Tak hanya itu, dia juga menyampaikan pentingnya edukasi dan pengawasan gizi di sekolah, pelibatan aktif orang tua, serta penguatan peran UMKM lokal dalam penyediaan makanan sehat.

Selanjutnya, dilakukan penandatanganan MoU antara SPPG dan sekolah penerima manfaat. Isi kesepakatan meliputi pelatihan guru, pengembangan perangkat ajar, hingga pembinaan berkelanjutan. Para kepala sekolah menyambut positif dan menyatakan siap berkontribusi maksimal.

Melalui kerja sama ini, Kota Kendari diharapkan semakin siap membangun ekosistem pendidikan yang merata, sehat, dan berkualitas. Sinergi antara sekolah, guru, pemerintah, dan komunitas lokal menjadi kunci terwujudnya generasi unggul di masa depan.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id