Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga ajang mempererat ukhuwah Islamiyah. Masyarakat Anaiwoi tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari pembacaan shalawat hingga tausiah agama yang disampaikan oleh ustaz setempat.

Dalam sambutannya, Lurah Anaiwoi Mustari Karim menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jamaah atas terselenggaranya acara tersebut. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi harus dimaknai sebagai pengingat untuk meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum bagi kita semua untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah SAW, sekaligus meneladani akhlak beliau dalam membangun keluarga dan masyarakat yang rukun, damai, serta penuh kasih sayang,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti ini dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami dari pemerintah kelurahan akan selalu mendukung kegiatan keagamaan, karena di dalamnya terdapat nilai-nilai kebersamaan, persatuan, dan kepedulian sosial yang sangat bermanfaat bagi pembangunan wilayah,” tambahnya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kesejahteraan masyarakat, serta kelancaran pembangunan di Kelurahan Anaiwoi. Para jamaah berharap kegiatan serupa dapat terus dilestarikan sebagai sarana memperkuat keimanan dan mempererat silaturahmi.