Kendari, portal.id – Pemerintah Kota Kendari melalui Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, menandatangani kerja sama antar daerah dengan Bupati Konawe dan Bupati Konawe Selatan dalam Forum Ekonomi Sulawesi Tenggara (Forkestra) 2025 yang digelar Bank Indonesia di salah satu hotel di Kendari, Selasa (30/9/2025).
Penandatanganan Disaksikan Sekda Sulawesi Tenggara, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara, Sekda Kota Kendari dan para hadirin.
Dikesempatan itu, Wali Kota Kendari Siska Karina menegaskan, kolaborasi antar daerah menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan inflasi, terutama terkait pasokan pangan.
“Jika Kota Kendari mengalami kekurangan bahan pokok, kita bisa mengambil dari Konawe atau Konawe Selatan yang memang menjadi sentra produksi. Sebaliknya, ketika daerah lain membutuhkan, Kendari siap menjadi pasar penyangga,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama semacam ini tidak hanya soal distribusi pangan, tetapi juga bagian dari gerakan nasional pengendalian inflasi yang menekankan pentingnya sinergi daerah. Apalagi, inflasi Kota Kendari saat ini tercatat di bawah 3 persen, lebih rendah dari rata-rata Provinsi Sultra.
“Keberhasilan menjaga inflasi tidak lepas dari program rutin Gerakan Pasar Murah (GPM) yang dilakukan pemerintah kota,” tambah Siska.
Wali Kota Kendari menegaskan bahwa Kota Kendari berhasil mencatat inflasi terendah di Sulawesi Tenggara.
“Inflasi year on year Kendari berada di angka 2,89 persen, yang terendah di seluruh Sulawesi Tenggara. Capaian ini tidak lepas dari konsistensi Pemkot Kendari dalam melaksanakan Gerakan Pangan Murah sebanyak 66 kali sepanjang 2025, serta menghadirkan 111 kios pangan digital di seluruh kecamatan dan kelurahan,” katanya.

Menurut Wali Kota, keberhasilan ini membuktikan bahwa Kendari mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam menekan gejolak harga pangan.
Kios pangan digital yang dikembangkan Pemkot juga dinilai efektif memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga wajar.
Bahkan, Kota Kendari mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena aktif menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 46 kali, sebagai upaya menstabilkan harga pangan dan membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Edwin Permadi, menilai forum ini penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui hilirisasi komoditas strategis, pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, hingga ekonomi hijau.

“Dengan terjaganya inflasi, kita bisa mendorong hilirisasi pangan, meningkatkan daya saing global, dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, mewakili Gubernur Andi Sumangerukka, menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya terlihat dari angka statistik.
“Pertumbuhan harus nyata menciptakan lapangan kerja, apalagi kita menghadapi bonus demografi,”ujarnya.(adv)






