#Advetorial#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Pelibatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengendalian Rabies di Kota Kendari

×

Pelibatan Partisipasi Masyarakat dalam Pengendalian Rabies di Kota Kendari

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Dinas Pertanian Kota Kendari mensosialisasikan Pengendalian Kesehatan Hewan malalui Partisipasi Masyarakat Siaga Rabies (Masiara) di Kota Kendari, Kamis (2/10/2025).

Peserta kegiatan yaitu masyarakat pemilik hewan kesayangan di Kota Kendari dan Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo (UHO).

Dikesempatan itu Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Kendari Santiwati mengatakan, Rabies masih menjadi salah satu penyakit zoonosis berbahaya yang mengancam kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah dengan populasi anjing, kucing, dan hewan penular rabies (HPR) yang cukup tinggi.

“Kota Kendari sebagai ibu kota Sulawesi Tenggara memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi serta kepemilikan hewan peliharaan yang terus bertambah, sehingga risiko penyebaran rabies perlu diantisipasi,”ujarnya.

Program Masyarakat Siaga Rabies (Masiara) hadir sebagai bentuk penguatan partisipasi masyarakat dalam pencegahan dan pengendalian rabies melalui edukasi, vaksinasi, dan pelaporan kasus gigitan.

Tujuan kegiatan ini, untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya rabies dan cara pencegahannya. Kemudian mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi HPR secara rutin.

Selanjutnya, membentuk kader Masiara di tingkat kelurahan/RT-RW sebagai penggerak utama. Serta memperkuat koordinasi antara Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Satgas Rabies, dan masyarakat.

“Sehingga kami berharap kasus rabies dapat ditekan hingga menuju Kota Kendari bebas rabies 2030,”ujarnya.

Pemkot Kendari dalam setiap kesempatan mengimbau warga yang memiliki hewan peliharaan yang berpotensi menularkan penyakit rabies untuk divaksinasi.

Urgensi vaksinasi dalam mencegah rabies, karna penyakit ini sangat menular dan dapat berakibat fatal bagi yang terinfeksi. Oleh karena itu, memberikan antibodi pada hewan peliharaan sangat vital untuk kesehatan bersama.

Ia juga menjelaskan langkah darurat jika tergigit hewan yang dicurigai rabies. Jangan panik, segera cuci luka gigitan dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit. Setelah itu, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan serum anti-rabies.

Giat vaksinasi hewan di kendari

Untuk mengantisipasi penyakit rabies pihaknya akan menyiapkan pamflet-pamflet imbauan kepada masyarakat untuk mau melakukan vaksinasi terhadap hewan peliharaannya.

“Pamflet itu nantinya akan berisi imbauan kepada masyarakat terkait rabies dan mengajak masyarakat yang mempunyai hewan peliharaan seperti anjing untuk memvaksinasi,” ujarnya.

Selain itu pihaknya tidak hanya menyasar hewan peliharaan anjing dan kera, namun juga anjing liar.

Lebih lanjut Santiwati mengatakan untuk di Kota Kendari sendiri, sebaran atau populasi anjing paling banyak yaitu berada di Kecamatan Mandonga dan untuk saat ini belum ada laporan kasus rabies di Kota Kendari.

“Di pamflet nanti ada kontak yang bisa dihubungi apabila ada anjing yang divaksinasi bisa hubungi kami, kemudian kami lakukan jemput bola,” pungkasnya.(adv)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id