#HeadlineFokus RedaksiKesraSulawesi Tenggara

Kakanwil Kemenag Sultra : Pendyagunaan Zakat Harus Tepat Sasaran, Transparan dan Berkelanjutan

×

Kakanwil Kemenag Sultra : Pendyagunaan Zakat Harus Tepat Sasaran, Transparan dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072

Kendari, portal.id – Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang memegang peranan penting tidak hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga sebagai aspek sosial dan ekonomi dalam masyarakat. Zakat berpotensi meningkatkan kesejahteraan rakyat, namun dalam pengelolaannya tidak mudah karena ada tantangan, kendala dan hambatannya.

Demikian disampaikan Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, H. Mansur. S. Pd., MA, saat membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Penerapan Pedoman Teknis Evaluasi Program Pendayagunaan Zakat Tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025, di Hotel Claro Kendari, Kamis (4/12/2025).

Hadir Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag Prov. Sultra, Ketua Tim Kerja, JFT dan pelaksana pada Bidang Penaiszawa, Pengurus Lembaga Amil Zakat (LAZ) Provinsi dan segenap panitia.

“Tantangan yang paling menonjol adalah ketidaktetapan sasaran. Sangat susah untuk mendapat data mustahik, karena jika penyalurannya secara berulang ke satu titik, terkadang akan menjadi pemicu kecemburuan sosial di masyarakat,” jelas Mansur.

Dengan begitu, menurut Mansur, diperlukan data mustahik yang terintegrasi secara digital, sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam penyaluran zakat.

“Kendala lain yang juga sering dihadapi, ada anggapan masyarakat bahwa pemberian zakat adalah ibadah personal, sehingga sebagian orang memilih untuk tidak melalui Badan Amil Zakat, namun menyerahkannya secara langsung,” sebut Mansur.

Ia menambahkan, hal lain yang juga mengakibatkan pengumpulan zakat menjadi tidak maksimal, yakni koordinasi multi atau lintas lembaga yang belum optimal. Serta, adanya interpretasi regulasi yang berbeda-beda.

“Inovasi penting dalam pengumpulan zakat. Digitalisasi dalam pembayaran zakat juga harus masif disosialisasikan ke masyarakat, sehingga diharapkan mampu menyentuh ke masyarakat paling bawah,” tegasnya.

Mansur menilai, evaluasi dan penetapan indikator-indikator setelah penyaluran zakat perlu dilakukan terutama pada zakat produktif. Dengan begitu, dapat diukur apakah distribusi zakat benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi kesejahteraan umat.

“Kolaborasi dengan sektor-sektor terkait harus diperkuat. Penguatan SDM dan kolaborasi kemitraan perlu ditingkatkan, sehingga pendayagunaan zakat tepat sasaran, transparan dan berkelanjutan.

Selain itu zakat produktif bisa berdampak nyata bagi pendapatan dan kesejahteraan mustahik dan umat dimasa yang akan datang,” pungkas Mansur.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id