#HeadlineFokus RedaksiPolitik & PemerintahanSulawesi Tenggara

Sekda Sultra Buka Rakor Akhir GTRA 2025

×

Sekda Sultra Buka Rakor Akhir GTRA 2025

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. H. Asrun Lio, M.Hum., Ph.D., mewakili Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, membuka secara resmi Rapat Koordinasi Akhir Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2025 yang berlangsung di Kendari, Senin (9/12/2025).

Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Sekda Sultra, menyampaikan bahwa apresiasi Gubernur kepada seluruh anggota GTRA, Forkopimda, Badan Pertanahan Nasional, serta pemangku kepentingan lainnya yang selama ini terlibat aktif dalam pelaksanaan Reforma Agraria di Sulawesi Tenggara.

Ia mengungkapkan bahwa Reforma Agraria merupakan kebijakan nasional yang bersifat mendasar dan strategis untuk mewujudkan pemerataan ekonomi.

“Reforma Agraria adalah upaya menata kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar lebih berkeadilan. Kebijakan ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Asrun Lio saat membacakan arahan Gubernur.

Dia melanjutkan, sejak dibentuk pada tahun 2019, GTRA Sulawesi Tenggara terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Asrun Lio menyampaikan bahwa Gubernur menilai kinerja GTRA selama lima tahun terakhir telah memberikan kemajuan melalui tiga fokus utama, yaitu:

Pertama : Penataan struktur penguasaan, pemilikan, dan penggunaan tanah agar lebih adil dan berkelanjutan.
Kedua : Penyelesaian sengketa dan konflik agraria, yang dinilai masih menjadi tantangan di berbagai wilayah.
Ketiga : Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis akses terhadap sumber daya.

Gubernur juga menekankan pentingnya mempercepat penanganan Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) yang telah dinyatakan clear and clean. Sertifikasi tanah melalui legalisasi aset maupun redistribusi tanah disebut menjadi prioritas agar manfaat Reforma Agraria dapat segera dirasakan masyarakat.

Selain penataan aset, pemerintah juga mendorong penataan akses melalui berbagai program pemberdayaan. Dalam sambutan yang dibacakan Asrun Lio, Gubernur menegaskan perlunya fasilitasi akses permodalan, bantuan bibit, pupuk, pelatihan teknologi, maupun dukungan pemasaran bagi masyarakat penerima manfaat Reforma Agraria.

“Penataan akses merupakan kunci agar Reforma Agraria benar-benar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat secara mandiri dan berkelanjutan,” ucapnya.

Gubernur berharap GTRA terus menghadirkan success stories dari berbagai kabupaten/kota, sebagai bukti konkret keberhasilan Reforma Agraria di Sulawesi Tenggara.

Dalam kesempatan itu, Asrun Lio juga menyampaikan pesan Gubernur terkait penyelesaian konflik agraria yang masih terjadi. Gubernur mengajak Forkopimda dan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan pendampingan dan dukungan penuh dalam menyelesaikan berbagai sengketa yang muncul di lapangan.

Menurutnya, keberhasilan Reforma Agraria sangat bergantung pada komitmen bersama dan peran aktif pemerintah daerah, khususnya GTRA di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Dia pun berharap, Rakor Akhir GTRA 2025 ini menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi kinerja, menyatukan langkah, serta memperkuat sinergi lintas instansi dalam mewujudkan Reforma Agraria yang lebih efektif dan berpihak kepada masyarakat.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Sekda Sultra atas nama Gubernur secara resmi membuka Rapat Koordinasi Akhir GTRA Sultra 2025.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id