#HeadlineFokus RedaksiPolitik & PemerintahanSulawesi Tenggara

BPBD Sultra Laksanakan Patroli Senyap Siaga Hidromet Basah di Kota Kendari

×

BPBD Sultra Laksanakan Patroli Senyap Siaga Hidromet Basah di Kota Kendari

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Menindaklanjuti Peringatan Dini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara tanggal 29 Desember 2025 terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, Posko Siaga Bencana melaksanakan kegiatan Patroli Senyap sebagai upaya pemantauan dan mitigasi dini terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya.

Patroli Senyap dilaksanakan pada pukul 16.00 hingga 18.00 WITA dengan melibatkan personel gabungan Posko Siaga Bencana sebanyak 5–6 orang per tim. Kegiatan ini dilakukan tanpa menggunakan sirine maupun konvoi kendaraan, dengan tetap mengutamakan keselamatan personel serta ketertiban lalu lintas.

Sebanyak empat tim patroli diterjunkan ke empat penjuru wilayah pemantauan. Fokus kegiatan meliputi pemantauan genangan air dan kondisi drainase, kenaikan debit sungai atau potensi luapan, potensi tanah longsor, serta keberadaan pohon rawan tumbang yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat.

Hasil pemantauan Tim 1 yang bergerak di wilayah Utara meliputi Abeli, Jembatan Teluk Kendari hingga Kota Lama menunjukkan adanya kondisi tanah yang rawan longsor di wilayah Abeli. Tim merekomendasikan peningkatan kewaspadaan dan pemantauan lanjutan, khususnya apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama.

Sementara itu, Tim 2 yang melakukan patroli di wilayah Timur, meliputi Sungai Wanggu hingga jalur utama Kendari–Konawe Selatan, menemukan adanya genangan air pada jalur utama tepatnya di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda. Tim juga melaporkan adanya kenaikan debit Sungai Wanggu serta satu pohon tumbang di sisi sungai yang berpotensi mengganggu aliran air maupun akses di sekitar lokasi, sehingga memerlukan penanganan lebih lanjut.

Tim 3 yang melakukan pemantauan di wilayah Selatan, khususnya di Sungai Pohara, melaporkan kondisi arus sungai berada dalam kategori sedang dan masih terpantau aman. Meski demikian, pemantauan berkala tetap diperlukan guna mengantisipasi kemungkinan peningkatan debit air apabila terjadi hujan di wilayah hulu.

Adapun Tim 4 yang bergerak di wilayah Barat, meliputi jalur Lepo-Lepo, MTQ hingga Mandonga, melakukan penyisiran terhadap saluran pembuangan, titik-titik genangan, serta potensi pohon tumbang. Secara umum kondisi di wilayah tersebut terpantau terkendali, namun pemantauan lanjutan tetap diperlukan terutama pada lokasi yang selama ini dikenal sebagai titik genangan berulang.

Selain itu, pemantauan juga dilakukan di wilayah pesisir Nambo. Berdasarkan laporan lapangan, kondisi air laut terpantau sedang pasang namun masih dalam batas normal. Tidak ditemukan indikasi kenaikan air laut yang berlebihan maupun kejadian banjir rob pada saat patroli berlangsung.

Berdasarkan hasil patroli tersebut, Posko Siaga Bencana merekomendasikan sejumlah langkah tindak lanjut, antara lain

Pertama, Melakukan pemantauan lanjutan pada titik genangan Desa Lebo Jaya, Kec. Konda, serta memonitor perkembangan debit Sungai Wanggu (khususnya bila terjadi hujan di hulu);

Kedua, Melakukan penanganan pohon tumbang di sisi Sungai Wanggu melalui koordinasi dengan unsur terkait (DLHK/PU/instansi teknis) agar tidak mengganggu aliran dan keselamatan;

Ketiga, Meningkatkan kewaspadaan pada area rawan longsor Abeli, termasuk penyampaian imbauan kepada warga sekitar bila curah hujan meningkat;

Keempat, Melanjutkan pemantauan berkala pada Sungai Pohara serta titik saluran pembuangan Lepo-Lepo–MTQ–Mandonga untuk mengantisipasi genangan berulang dan Kelima, tetap memperkuat diseminasi informasi peringatan dini BMKG dan imbauan keselamatan kepada masyarakat.

Kegiatan Patroli Senyap ini merupakan bagian dari langkah preventif Posko Siaga Bencana dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah dan menjadi bahan laporan situasi (SITREP) serta dasar pengambilan langkah lanjutan di lapangan.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id