#HeadlineBaubauFokus RedaksiKesra

Menteri Agama Nasaruddin Umar Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Buton

×

Menteri Agama Nasaruddin Umar Dianugerahi Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Buton

Sebarkan artikel ini

Baubau, portal.id – Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar. MA, menerima Gelar Kehormatan Adat Kesultanan Buton dengan gelar Mia Ogena Yi Sara Agama. Anugerah ini diberikan oleh Kesultanan Buton di Baruga Keraton, Lingkungan Benteng Keraton Buton, Kamis (8/1/2026).

Penghargaan ini diberikan langsung oleh Sultan Buton ke-41 Paduka Yang Mulia, Drs. H. La Ode Muhammad Kariu. Dengan gelar itu, Menag secara otomatis menjadi warga kehormatan dan sesepuh di Kesultanan Buton. Mia Ogena Yi Sara Agama diartikan sebagai pejabat tinggi dalam struktur Kesultanan Buton yang membidangi urusan keagamaan.

Penganugerahan Gelar Adat ini, ditandai dengan Memakaikan Baju Kebesaran Kesultanan Buton oleh Perangkat Adat Kesultanan Buton kepada Menteri Agama, disaksikan langsung Gubernur Sultra Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, Tenaga Ahli Menteri Agama Bidang Hukum, HAM, dan Kerukunan Umat Beragama, Prof. Dr. H. Andi Salman Maggalatung, SH, MH, Kakanwil Kemenag Sultra, H. Mansur, S.Pd., MA, Walikota Baubau, Ketua DPRD Kota Baubau, Bupati Buton, Bupati Buton Selatan, Forkopimda, perangkat adat kesultanan Buton, Kepala Kemenag Kab/Kota se Sultra serta sejumlah tamu undangan.

Menag Nasaruddin Umar mengatakan, tidak pernah membayangkan akan memperoleh gelar adat dari Kesultanan Buton. Namun ia mengakui, sejak semula merasa jatuh cinta kepada masyarakat Baubau dan Buton sehingga didirikannya Pondok Pesantren di Kab. Buton.

Menurutnya, masyarakat Baubau dan Buton adalah masyarakat yang istimewa, karena penelitian ilmiah mengatakan jika Islam yang paling pertama masuk di Indonesia adalah di Baubau. Hanya saja, prasasti nomenklatur tidak begitu nampak karena menggunakan kayu. Sebagai tempat masuknya Islam pertama di Indonesia, Menag menilai maka sepantasnya  Baubau dipertahankan tradisi keislamannya.

“Semoga penganugerahan gelar ini menjadi motivasi untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi untuk masyarakat, terutama umat Islam. Apabila nanti kemudian Yang Mulia  Paduka Sultan menemukan kekeliruan, kekhilafan, maka sudilah kiranya sebagai warga Buton memberikan nasehat dan petuah kepada kami,” kata Menag.

Menag juga mengajak agar dapat mewariskan adat dan budaya pada generasi yang akan datang dengan memperhitungkan umur benda-benda budaya agar bisa bertahan lama.

“Tanpa gelar adatpun, sedemikian rupa saya memberikan apresiasi pada Buton, apalagi dengan dipakaikan gelar adat seperti ini, tentu tanggungjawab moral saya akan bertambah. Terimakasih pada perangkat Adat Kesultanan Buton, mari kita menghimbau seluruh warga kita agar lebih bersahabat dengan ajaran agamanya,” pesan Menag.

Sebelumnya, Gubernur dalam sambutannya mengatakan, gelar adat kesultanan Buton sangat pantas dianugerahkan kepada Menteri Agama, sebagai sosok yang menjadi panutan, teladan dan konsisten mengabdikan diri untuk menjaga kemuliaan agama.

“Selamat kepada bapak Menteri Agama atas gelar kehormatan adat Kesultanan Buton yang diterima pada hari ini, semoga dengan gelar tersebut semakin memperkuat langkah bapak dalam mengemban amanah memajukan masyarakat dan menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berkontribusi bagi kehidupan umat dan bangsa Indonesia yang kita cintai,” ungkap Gubernur.

Pada kesempatan ini, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Adat dan Budaya Kesultanan Buton sebagai mitra pemerintah yang memiliki komitmen kuat dalam melestarikan adat budaya daerah, serta perannya dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan pembangunan daerah Sulawesi Tenggara.

“Mari kita terus bersinergi dalam mewujudkan masyarakat yang bermartabat dan berbudaya menuju Sultra yang maju, aman, sejahtera dan religius,” tandasnya.

Diakhir penganugerahan tersebut, Menag menerima Piagam Penganugerahan Gelar Adat Kesultanan Buton dari Paduka Yang Mulia Sultan Buton dan Perangkat Adat Kesultanan Buton, kemudian dilanjutkan dengan tradisi jamuan pakande-kandea.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id