Kendari, portal.id – Kakanwil Kementerian Agama Prov. Sultra, H. Mansur, S.Pd., MA, memberikan pembinaan kepada ASN Kemenag Sultra dalam rangkaian kegiatan Zikir dan Doa Bersama Lingkup Kanwil Kemenag Sultra, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini diikuti ASN Kanwil Kemenag Sultra, ASN pada 17 Kantor Kemenag Kab/Kota se Sultra, Madrasah, KUA, Pondok Pesantren dan Penyuluh Agama Islam se Prov. Sultra secara daring dan luring.
Kakanwil menyampaikan, jelang berakhirnya bulan Januari dan memasuki bulan Sya’ban hingga Ramadhan, jajaran Kemenag Sultra diingatkan untuk semakin meningkatkan kinerja, kedisiplinan, serta integritas dalam bekerja. Mansur menekankan pentingnya memaknai perjalanan waktu sebagai momentum perbaikan diri dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Mansur menegaskan bahwa pergantian waktu, siang dan malam, serta bulan-bulan dalam kalender hijriah merupakan tanda kebesaran Allah yang seharusnya mendorong aparatur sipil negara (ASN) untuk terus berpikir dan berbuat lebih baik. Momentum Rajab dan Sya’ban, menurutnya, bukan hanya persiapan spiritual menuju Ramadhan, tetapi juga menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat etos kerja.
“Kalau spiritualitas kita dikolaborasikan dengan kinerja, maka pekerjaan kita akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan,” ujarnya.
Ia juga menyinggung program percepatan kinerja dan digitalisasi layanan Kemenag Sultra disebut sebagai salah satu wujud konkret dari upaya tersebut, agar pelayanan publik semakin efektif, transparan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Mansur menambahkan, mata uang paling mahal bagi ASN bukanlah harta atau jabatan, melainkan integritas, disiplin, dan budaya kerja. ASN diminta untuk tidak hanya hadir secara fisik di kantor, tetapi juga bekerja secara optimal, penuh tanggung jawab, serta menjaga kejujuran dalam setiap tugas.
Selain aspek kinerja, pembinaan ini turut menyoroti pentingnya menghidupkan suasana religius di lingkungan kerja. ASN diajak untuk saling mengingatkan waktu shalat, memakmurkan masjid kantor, serta membiasakan zikir dan doa disela aktivitas. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara profesionalisme dan spiritualitas.
“Mari memanfaatkan pergantian waktu sebagai sarana evaluasi diri, memperbaiki kualitas kerja, dan memperkuat pengabdian kepada bangsa dan negara, sekaligus kepada Allah SWT,” tutupnya”






