Kendari, portal.id – Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (PINBAS) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Tenggara menyambut baik langkah pemerintah yang menggelontorkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp50 triliun kepada peternak ayam sebagai bagian dari penguatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketua PINBAS MUI Sultra, Adi Yanto Saputra, menilai kebijakan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi umat, khususnya di sektor peternakan rakyat.
“Kebijakan KUR ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kapasitas produksi peternak ayam, serta mendukung keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis,” ujar Adi Yanto Saputra di Kendari, Senin (2/2).
Adi Yanto Saputra menekankan bahwa pemerintah perlu memastikan bahwa pembiayaan tersebut berpihak kepada peternak kecil dan menengah, bukan justru didominasi oleh pelaku usaha besar.
“Skema pembiayaan harus adil, mudah diakses, dan tidak memberatkan peternak. Jika tidak diawasi dengan baik, kebijakan ini berisiko dinikmati segelintir pihak saja,” tegasnya.

Selain aspek pembiayaan, Adi Yanto Saputra juga mendorong agar program KUR tersebut disinergikan dengan penguatan ekosistem halal, peningkatan kualitas produksi, serta adanya jaminan harga yang adil bagi peternak.
Dengan begitu, manfaat kebijakan ini tidak bersifat jangka pendek. “KUR untuk peternak ayam harus menjadi instrumen nyata dalam membangun kemandirian ekonomi umat dan mewujudkan keadilan sosial, bukan sekadar penopang sementara program MBG,” ujarnya.
Adi Yanto Saputra menambahkan, PINBAS MUI Sulawesi Tenggara siap berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, media, komunitas serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program KUR ini berjalan secara optimal, transparan, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.






