#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariPolitik & Pemerintahan

Sambut Ramadan 1447 Hijriah, Pemkot Kendari Gelar GPM Selama Lima Hari di Halaman Kantor Balai Kota

×

Sambut Ramadan 1447 Hijriah, Pemkot Kendari Gelar GPM Selama Lima Hari di Halaman Kantor Balai Kota

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) selama lima hari mulai 9-13 Februari 2026 di halaman Kantor Balai Kota Kendari. Kegiatan tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan sekaligus sebagai langkah pengendalian inflasi di Kota Kendari.

Acara ini di buka oleh Asisten I Setda Kota Kendari, Adriana Musarudin mewakili Wali Kota Kendari Siska Karina Imran. Turut hadir unsur Forkopimda Kota Kendari, Ketua Kadin Kota Kendari, Bank Indonesia, Ketua BAZNAS Kendari, Bulog, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD dan para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Asisten I Setda Kota Kendari Adriana mengatakan, GPM ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari BUMN, BUMD, distributor, pelaku usaha, hingga dukungan sektor swasta.

Dia menegaskan, peningkatan kebutuhan pangan menjelang Ramadan berpotensi memicu kenaikan harga jika tidak diantisipasi secara serius. Karena itu, GPM menjadi instrumen penting pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

“Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup, harga yang terjangkau, serta distribusi yang lancar, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan khusyuk,” ujar Adriana saat membacakan sambutan Wali Kota Kendari, Senin (9/2/2026).

Ia menyebutkan, pada tahun 2025 Pemkot Kendari telah melaksanakan 120 kali GPM. Tahun 2026 ini, target ditingkatkan menjadi 150 kali kegiatan, dan hingga Januari saja sudah terlaksana 20 kali di berbagai kelurahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari, Abd Rauf, dalam sambutannya mengatakan bahwa intensitas GPM di awal tahun dilakukan tanpa menggunakan dana APBD. Kegiatan ini berjalan berkat dukungan kolaboratif dari berbagai pihak, termasuk Kadin Sultra, Kadin Kendari, Bank Indonesia, Baznas, PT Sosro, PT Kalbe, hingga unsur TNI melalui kegiatan TMMD.

“Ini murni karena kepedulian kita terhadap masyarakat. Kalau pangan murah sering hadir di sudut kota, otomatis tekanan harga di pasar bisa terkendali. Masyarakat tidak harus berbondong-bondong ke pasar karena kebutuhan pokok sudah tersedia di dekat mereka,” jelasnya.

Dia menegaskan, GPM tidak membedakan latar belakang masyarakat. Semua warga diperbolehkan berbelanja sebagai bagian dari upaya menstabilkan harga pangan secara menyeluruh.

“Kalau pangannya hadir, energinya pasti bangkit. Ini soal kebutuhan dasar masyarakat,”tegasnya.

Dalam kegiatan ini, Disketapang Kendari melibatkan 22 distributor dan sekira 20 pelaku UMKM bidang pangan. Pada GPM kali ini, beras SPHP dijual seharga Rp50 ribu per 5 kilogram dengan pembatasan pembelian maksimal 10 kilogram per warga. Rp 35-40 ribu per Kg, Bawang Putih Rp 40 ribu, Telur Rp 56 ribu per rak.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id