#HeadlineFokus RedaksiMetro KendariNasionalSulawesi Tenggara

Lewat UCLG ASPAC 2026, Kota Kendari Buka Pintu Dunia, Tegaskan Komitmen Pariwisata Berkelanjutan

×

Lewat UCLG ASPAC 2026, Kota Kendari Buka Pintu Dunia, Tegaskan Komitmen Pariwisata Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id –  Sejarah baru tercipta di Bumi Anoa. Kota Kendari resmi membuka pelaksanaan UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026 pada Jumat (8/5/2026).

Forum internasional bergengsi ini menghadirkan ratusan delegasi dari berbagai negara Asia Pasifik dan menempatkan Kendari sebagai pusat perhatian dunia dalam isu pembangunan berkelanjutan, kerja sama antarpemerintah kota, serta penguatan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Digelar bertepatan dengan rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-195 Kota Kendari, momentum ini menjadi panggung strategis bagi Sulawesi Tenggara untuk menunjukkan kesiapan daerah menyelenggarakan agenda bertaraf internasional dengan standar global namun tetap berakar pada kekuatan lokal.

Pembukaan Meriah, Budaya Lokal Memukau Dunia

Suasana pembukaan berlangsung megah dan penuh warna. Para delegasi disambut dengan tarian nusantara yang dibawakan seluruhnya oleh penari-penari lokal Kota Kendari.

Ragam gerak dan kostum yang ditampilkan merepresentasikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 1.200 suku bangsa.Antusiasme tamu-tamu mancanegara pecah saat menyaksikan kekayaan tradisi yang ditampilkan.

Momen ini sekaligus menjadi diplomasi budaya yang efektif, memperkenalkan identitas Indonesia langsung dari jantung Kota Lulo.

“Semua penarinya dari Kota Kendari dan penyelenggaraannya juga menggunakan kemampuan lokal. Ini membuktikan daerah mampu menjadi tuan rumah event internasional,” tegas Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wijayagus, dalam sambutannya.

Momentum Perkuat Solidaritas Global

Wamendagri Akhmad Wijayagus menegaskan, UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026 bukan sekadar ajang kumpul kepala daerah.

Forum ini adalah momentum krusial untuk mempererat solidaritas internasional di tengah tantangan pembangunan global yang semakin kompleks.Ia menyebut Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara maritim dengan lebih dari 17 ribu pulau.

Kekayaan alam dan budaya itu menjadi modal utama pengembangan pariwisata berkelanjutan yang berbasis lingkungan dan masyarakat.

“Wisatawan harus datang tidak hanya untuk melihat keindahan alam, tetapi juga memahami nilai budaya dan kehidupan masyarakat lokal. Di situlah peran pemerintah daerah,” ujarnya.

Apresiasi khusus diberikan kepada Pemkot Kendari yang dinilai sukses menggelar forum internasional dengan memaksimalkan seluruh sumber daya lokal, mulai dari penari, EO, hingga UMKM.

Kendari Buka Hati untuk Kolaborasi

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menyambut hangat seluruh delegasi. Baginya, forum ini adalah kesempatan emas untuk memperluas jejaring internasional sekaligus memperkenalkan jati diri Kota Kendari ke dunia.

“Hari ini kami tidak hanya membuka pintu kota kami, tetapi juga membuka hati kami. Kehadiran para delegasi adalah bentuk kepercayaan yang sangat berarti bagi Kota Kendari,” ucap Siska.

Ia menegaskan, Kendari hadir bukan untuk menunjukkan kesempurnaan, melainkan membawa semangat belajar, berbagi, dan berkolaborasi.

Menurutnya, pariwisata berkelanjutan harus seimbang: mendongkrak ekonomi, menjaga lingkungan, dan melestarikan budaya di tengah arus globalisasi.

Pemerintah Daerah Ujung Tombak Pariwisata

Sekretaris Jenderal United Cities and Local Governments Asia Pacific, Bernadia Irawati Tjandradewi, menekankan peran vital pemerintah daerah sebagai ujung tombak destinasi wisata.

Kebersihan, keamanan, dan manfaat ekonomi yang dirasakan langsung masyarakat menjadi kunci.

Bernadia mengungkapkan, perjalanan wisata domestik Indonesia melonjak signifikan dan menembus lebih dari satu miliar perjalanan pada 2025.

“Ini bukti sektor pariwisata sudah menjadi penggerak utama ekonomi masyarakat daerah,” jelasnya.Potensi Sultra Mendunia

Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, memanfaatkan forum ini untuk mempromosikan potensi daerah.

Di hadapan delegasi internasional, ia memaparkan destinasi unggulan seperti Pantai Nambo, Air Terjun Moramo, dan Pulau Labengki dengan pesona bawah lautnya.

Tak ketinggalan, kekayaan budaya seperti tradisi layang-layang Kaghati Kolope dari Pulau Muna, yang disebut sebagai salah satu layang-layang tertua di dunia, juga diperkenalkan.

“Kami berharap forum ini menjadi pintu bagi Sulawesi Tenggara untuk semakin dikenal dunia internasional,” kata Hugua.

Agenda Padat, Dampak Nyata

UCLG ASPAC Executive Bureau Meeting and Asia-Pacific Forum 2026 di Kendari akan berlangsung beberapa hari dengan agenda strategis: pertemuan eksekutif, forum investasi, kerja sama antarkota, festival budaya, hingga pameran UMKM lokal.

Event ini diyakini memberi dampak ganda: mengangkat nama Kendari di kancah internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, penguatan sektor pariwisata, dan pelestarian budaya.

Dengan suksesnya pembukaan ini, Kota Kendari menegaskan diri sebagai kota yang siap menjadi pusat kolaborasi internasional di kawasan Asia Pasifik. Dari Kendari, untuk Indonesia, untuk dunia.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id