Kendari, portal.id – Belum genap beberapa minggu sejak resmi dilantik, kepengurusan Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kota Kendari langsung bergerak cepat menjalankan program kerja.
Di bawah kepemimpinan Sahuriyanto Meronda, SP., MM., organisasi tersebut memilih turun langsung ke lapangan untuk menyerap aspirasi para petani.Rencana kunjungan perdana TMI Kota Kendari difokuskan pada dua kawasan sentra pertanian padi sawah, yakni Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, dan kawasan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari.
Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu pusat produksi padi yang menopang kebutuhan pangan di ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara.
Ketua TMI Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan kunjungan lapangan ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung berbagai persoalan yang dihadapi petani. Menurutnya, masukan dari petani akan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah pendampingan yang tepat.
“Kami ingin mendengar langsung kebutuhan petani. Apa yang menjadi kendala di lapangan akan kami perjuangkan agar mendapatkan solusi, termasuk melalui koordinasi dengan pemerintah. TMI tidak boleh hanya ada di atas kertas, tapi harus hadir di sawah bersama petani,” katanya.
Ia menegaskan, TMI Kota Kendari berkomitmen menjadi mitra strategis petani. Organisasi yang dipimpinnya siap mendampingi petani di berbagai wilayah Kota Kendari, mulai dari proses budidaya hingga mengupayakan akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah.
“Ke depan, kami akan kawal petani dari hulu ke hilir. Mulai dari benih, pupuk, irigasi, sampai pemasaran. Kami juga akan memfasilitasi agar petani bisa mengakses bantuan dari pemerintah pusat sesuai ketentuan. Prinsip kami, kehadiran TMI harus memberi manfaat nyata untuk kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sahuriyanto juga memastikan pihaknya akan memfasilitasi para petani agar memperoleh bantuan dari pemerintah pusat sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagai ASN yang pernah menjabat Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, ia memahami alur birokrasi dan program bantuan pertanian.Selain itu, ia mengajak seluruh jajaran pengurus TMI Kota Kendari untuk tetap solid dan bekerja bersama dalam mengawal kepentingan petani.
“Kekompakan pengurus adalah kunci. Kalau kita solid, program apa pun akan berjalan. Kalau pecah, petani yang dirugikan. Mari kita kerja bersama, turun ke lapangan, dan jadikan TMI sebagai rumah bersama para petani Kota Kendari,” ujarnya.
Kekompakan organisasi dinilai menjadi modal penting untuk menghadirkan program-program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Melalui langkah awal tersebut, TMI Kota Kendari berharap dapat membangun komunikasi yang lebih erat dengan para petani sekaligus memperkuat sektor pertanian di daerah.
“Organisasi ini optimistis, dengan kolaborasi antara petani, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan, kesejahteraan petani serta ketahanan pangan di Kota Kendari akan semakin meningkat. Ini baru langkah awal, tapi kami serius,” katanya.
Dengan jaringan dan pengalaman kepemimpinan Sahuriyanto, TMI Kendari menargetkan menjadi jembatan efektif antara petani dan kebijakan pemerintah, sehingga persoalan seperti kelangkaan pupuk, harga gabah, hingga akses irigasi bisa ditangani lebih cepat.






