Kendari, portal.id – Pengurus Daerah Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 IKWI di Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sultra, Selasa (21/7/2026).
Peringatan HUT IKWI tahun ini digelar secara serentak di 38 provinsi melalui platform daring dengan mengusung tema “Bersama IKWI Kita Lestarikan Adat dan Budaya Daerah Indonesia.” Kegiatan diisi dengan webinar bertajuk “Transformasi Penggunaan Kompor Gas ke Listrik” serta lomba fashion show busana adat Nusantara yang diikuti pengurus IKWI dari seluruh Indonesia.
Ketua IKWI Sultra, Haspiana, SH, didampingi Sekretaris IKWI Sultra, Yuliana, mengatakan pihaknya turut ambil bagian dalam seluruh rangkaian kegiatan, termasuk mengikuti lomba busana adat yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat IKWI.
“Alhamdulillah, IKWI Sultra turut menjadi peserta dalam peringatan HUT ke-65 IKWI ini, termasuk menjadi salah satu peserta lomba busana adat daerah yang digelar IKWI Pusat,” ujar Haspiana kepada awak media di Kendari, Selasa (21/7/2026).
Menurut Haspiana, keikutsertaan IKWI Sultra menjadi bukti komitmen organisasi dalam mempererat silaturahmi antarpengurus IKWI di seluruh Indonesia sekaligus memperkuat komunikasi dan kekompakan keluarga besar wartawan.
Lebih membanggakan lagi, IKWI Sultra berhasil menorehkan prestasi dengan masuk dalam jajaran 10 besar peserta busana adat Nusantara terbaik. Capaian tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.
“Masuknya IKWI Sultra dalam 10 besar menjadi kebanggaan tersendiri. Ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan adat dan budaya Sulawesi Tenggara kepada masyarakat luas,” katanya.
Dalam perlombaan tersebut, IKWI Sultra menampilkan busana adat wanita Muna. Busana tersebut terdiri atas atasan berlengan panjang yang dipadukan dengan sarung tenun khas bheta, selendang, ikat pinggang atau kain pelapis simpulan kagogo, serta dihiasi manik-manik dan aksesori emas yang sarat makna budaya.
Setiap peserta diwajibkan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing yang dilengkapi narasi mengenai filosofi busana, kemudian menampilkan peragaan yang diiringi musik dalam bentuk video.
Haspiana berharap kegiatan ini semakin menumbuhkan kecintaan anggota IKWI terhadap budaya daerah sekaligus menjadi upaya nyata melestarikan warisan leluhur di tengah derasnya perkembangan teknologi dan pengaruh budaya asing.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa budaya daerah harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” tutupnya.






