Kendari, portal.id – Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto, bersama Wakil Ketua I DPRD Kota Kendari, La Yuli, serta anggota DPRD Kota Kendari Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Puuwatu, yakni Apriliani Puspitawati, La Ode Abdul Arman, Hasbulan, Muhammad Maulana Ali Syaputra, Saharuddin, dan Nasaruddin Saud, menghadiri kegiatan “Wali Kota Kendari Menyapa” bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kecamatan Mandonga–Puuwatu, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Camat Puuwatu tersebut menjadi wadah dialog langsung antara Pemerintah Kota Kendari dan masyarakat dalam menyerap berbagai aspirasi serta persoalan yang dihadapi warga di tingkat kelurahan.
Dalam forum itu, masyarakat menyampaikan sejumlah keluhan, mulai dari persoalan persampahan, banjir, jalan rusak, penerangan jalan umum, hingga perubahan data penerima bantuan sosial.
Ketua DPRD Kota Kendari, La Ode Muhammad Inarto, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, program “Wali Kota Kendari Menyapa” merupakan langkah positif dalam memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini karena pemerintah turun langsung mendengar keluhan warga. Ini penting bagi DPRD dalam menyerap aspirasi pembangunan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Kendari, La Yuli, menilai forum dialog seperti ini efektif untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat secara langsung.
“Pemerintah bisa mendengar langsung, masyarakat juga punya ruang menyampaikan keluhan. Kami mendukung kegiatan seperti ini,” katanya.
Ia berharap seluruh aspirasi yang disampaikan warga dapat ditindaklanjuti melalui program prioritas sesuai kemampuan keuangan daerah. La Yuli juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menyelesaikan persoalan banjir, pengelolaan sampah, perbaikan jalan, serta penerangan jalan.
Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengungkapkan bahwa produksi sampah di Kota Kendari mencapai hampir 300 ton per hari, dengan sebagian besar berasal dari limbah rumah tangga.
Sebagai langkah penanganan, Pemerintah Kota Kendari menyiapkan program Lembaga Penanganan Sampah (LPS) berbasis kelurahan yang melibatkan RT, RW, LPM, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat. Program ini diharapkan mampu memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat lingkungan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan kota.






