#HeadlineMetro Kendari

Sekda Kendari Tekankan Kewibawaan dan Inovasi Lurah, Tujuh Lurah Telah Dinonaktifkan

×

Sekda Kendari Tekankan Kewibawaan dan Inovasi Lurah, Tujuh Lurah Telah Dinonaktifkan

Sebarkan artikel ini

Kendari, portal.id – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan pentingnya kewibawaan, inovasi, dan tanggung jawab para lurah dalam menjalankan tugas pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Amir Hasan saat memimpin Apel Gabungan Pemerintah Kota Kendari di Lapangan Kantor Balai Kota Kendari, Senin (7/9/2026).

Dalam arahannya, Sekda menyebut lurah memiliki tanggung jawab yang lebih kompleks dibandingkan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) karena bersentuhan langsung dengan masyarakat sekaligus harus mengelola aparatur di wilayahnya.

“Kalau OPD yang dihadapi hanya staf, mulai dari sekretaris, kabid sampai staf. Tetapi lurah itu menanggung semua, menanggung stafnya dan menanggung masyarakatnya. Karena urusan itu merupakan urusan kepala daerah dalam lingkup yang kecil, sehingga dibutuhkan penampilan yang berwibawa,” ujar Amir Hasan.

Menurutnya, kewibawaan seorang lurah tidak hanya ditunjukkan melalui sikap dan penampilan, tetapi juga melalui kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.

Selain kewibawaan, Amir mendorong para lurah untuk terus menciptakan inovasi dalam pelaksanaan tugas. Hal itu dinilai penting mengingat karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah kelurahan berbeda-beda.

“Lurah harus mampu melihat persoalan di wilayahnya dan menghadirkan solusi. Jangan hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus ada inovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Kwarcab Kota Kendari itu juga menyinggung evaluasi kinerja lurah selama hampir dua tahun masa kepemimpinan Wali Kota Kendari dan Wakil Wali Kota Kendari.

Ia mengungkapkan, pemerintah daerah telah melakukan pemberhentian atau penonaktifan terhadap sejumlah lurah sebagai bagian dari evaluasi kinerja dan pelaksanaan tugas.

“Di hampir dua tahun kepemimpinan Ibu Wali Kota dan Pak Wakil, sudah tujuh lurah yang kami nonaktifkan,” ungkapnya.

Amir menegaskan, evaluasi terhadap jajaran lurah akan terus dilakukan untuk memastikan roda pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat kelurahan berjalan secara optimal.

Menurutnya, lurah merupakan perpanjangan tangan pemerintah daerah sekaligus menjadi penghubung langsung antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu, setiap lurah dituntut mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.

“Lurah adalah ujung tombak pemerintah daerah. Karena itu, kewibawaan, inovasi dan tanggung jawab harus menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id