PASARWAJO, portal.id — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi menjadi momentum untuk memperkuat moral umat, membangun akhlak, sekaligus mempererat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, H. Mansur, S.Pd., MA, saat memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al Ikhlas Pasarwajo, Kabupaten Buton, Sabtu (5/9/2026).
Mansur menegaskan, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan peringatan Maulid dan lantunan shalawat. Lebih dari itu, kecintaan tersebut harus tercermin dalam perilaku dan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW harus menjadi energi moral bagi umat dalam membangun karakter yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, serta kepedulian terhadap sesama.
“Keteladanan Rasulullah SAW diharapkan menjadi energi moral bagi umat untuk menguatkan kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran dan kepedulian terhadap sesama,” terang Mansur.
Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk menggerakkan akhlak, khususnya bagi generasi muda dan para santri.
Mansur berharap para santri tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, serta tetap memegang teguh nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Teknologi boleh semakin pintar, tetapi manusia tidak boleh kehilangan akhlak,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mansur menyebut peringatan Maulid Nabi juga harus menjadi sarana mempererat ukhuwah dan menjaga persatuan. Kecintaan kepada Rasulullah SAW, kata dia, semestinya melahirkan sikap saling menghormati, menghadirkan kesejukan, dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat.
Karena itu, ia berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Momentum tersebut harus menjadi titik tolak perubahan dengan menerapkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan pribadi, lingkungan pesantren, masyarakat, bangsa, dan negara.
“Semoga semangat Maulid Nabi mampu kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW benar-benar menjadi bagian dari karakter kita,” pungkasnya.






