Kendari, portal.id – Wali Kota Kendari Siska Karina Imran, bersama jajaran TNI, Pemerintah Kota Kendari dan berbagai organisasi menggelar Karya Bakti dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI tahun 2026.
Sebanyak 526 personel dilibatkan dalam kegiatan yang menyasar kawasan Pasar Mandonga hingga aliran Kali Mandonga. Kegiatan diawali dengan apel pasukan di kawasan Mal Mandonga, Jumat (25/9/2026).
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran hadir bersama Dandim 1417 Kendari Kolonel Arm Danny A.P. Girsang dan unsur Forkopimda Kota Kendari.
Karya Bakti tersebut dilaksanakan di empat titik di sekitar kawasan Mandonga. Pembersihan meliputi area pasar, sepanjang jalan hingga daerah aliran sungai (DAS) di belakang Pasar Mandonga.
Wali Kota Siska mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Karya Bakti juga sekaligus mendukung Gerakan Indonesia ASRI yang mengedepankan lingkungan yang Aman, Sehat, Resik dan Indah.
“Ini memang merupakan suatu atensi dari Bapak Presiden dan juga Bapak Mendagri untuk bagaimana kita gaungkan terus yang namanya Gerakan Indonesia ASRI. Aman, Sehat, Resik, dan Indah,” kata Siska.
Menurutnya, menjaga kebersihan Kota Kendari bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk TNI, organisasi dan masyarakat.
Ia berharap gerakan menjaga kebersihan yang telah mulai diinisiasi di Kota Kendari dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi kebiasaan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Siska juga memperkenalkan mobil penyapu jalan bertenaga listrik sebagai salah satu percontohan untuk mendukung kebersihan kawasan publik di Kota Kendari.
Kendaraan tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk membersihkan sejumlah kawasan publik, khususnya di sekitar Kantor Balai Kota Kendari dan kawasan MTQ.
Sementara itu, Dandim 1417 Kendari Kolonel Arm Danny A.P. Girsang mengatakan Karya Bakti merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI yang diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Menurutnya, Karya Bakti tidak sekadar menjadi kegiatan membersihkan jalan, sungai maupun sampah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah perkembangan zaman.
“Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Ini bukti bahwa sesuatu yang berat akan menjadi lebih ringan ketika dilaksanakan bersama-sama,” ujar Dandim.
Ia menilai lingkungan yang bersih merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mengantisipasi berbagai risiko yang dapat muncul akibat lingkungan yang tidak terawat.
Karena itu, Dandim mengingatkan agar kebersihan yang telah diwujudkan melalui Karya Bakti tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
“Kebersihan bukan satu hari dan bukan untuk satu kelompok. Kebersihan untuk selamanya dan oleh semuanya,” tegasnya.
Dandim berharap semangat gotong royong yang ditunjukkan dalam Karya Bakti tersebut dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kebersihan Pasar Mandonga, Kali Mandonga dan kawasan publik lainnya dapat terus terjaga.






