#HeadlineBombana

Sempat Hilang Kontak Saat Melaut, Kakek dan Cucu Akhirnya Ditemukan Selamat

×

Sempat Hilang Kontak Saat Melaut, Kakek dan Cucu Akhirnya Ditemukan Selamat

Sebarkan artikel ini

Bombana, portal.id – Kabar melegakan datang dari operasi pencarian dua warga Pulau Sagori, Kabupaten Bombana, yang dilaporkan hilang kontak saat melaut di sekitar perairan Pulau Basa, Kecamatan Poleang.

Setelah melalui pencarian oleh Tim SAR Gabungan, Darmasin (63) dan cucunya, Dicky Saputra (6), akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat pada Senin (15/9/2026) dini hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari, Amiruddin AS, mengatakan informasi mengenai keberadaan kedua korban diterima tim pada pukul 01.07 Wita.

Sebelumnya, kedua korban diketahui berada sekitar 2,5 nautical mile (NM) atau sekitar 4,6 kilometer ke arah barat laut dari lokasi kejadian perkara (LKP).

Keberadaan keduanya pertama kali diketahui setelah seorang nelayan bernama Alif, warga Bajo Boepinang Barat, melihat korban berada di pesisir Pulau Basa.

Alif sempat mengajak kedua korban untuk ikut menuju daratan. Namun, keduanya memilih tetap berada di atas longboat miliknya.

Mendapat informasi tersebut, Tim SAR Gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penjemputan dan evakuasi.

Kedua korban kemudian dibawa menuju Poleang dan tiba di Puskesmas Poleang sekitar pukul 01.00 Wita untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Darmasin dan Dicky diketahui merupakan warga Pulau Sagori, Desa Sikeli, Kecamatan Kabaena Barat.

Dengan ditemukannya kedua korban dalam kondisi selamat, operasi SAR kecelakaan kapal terhadap satu unit longboat dengan dua orang penumpang yang sebelumnya hilang kontak resmi dinyatakan selesai dan ditutup.

Seluruh unsur SAR yang terlibat selanjutnya dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.

Operasi tersebut melibatkan SMC dan staf SMC, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang, Polair Bombana, Pos TNI AL Bombana, Puskesmas Poleang, nelayan Sagori dan Poleang, serta keluarga korban.

Sejumlah peralatan juga dikerahkan dalam operasi pencarian, di antaranya Rescue Carrier, RIB, kapal nelayan, longboat, AquaEye, peralatan medis dan evakuasi, perangkat komunikasi, serta perlengkapan keselamatan lainnya.

* Berawal dari Memancing

Peristiwa hilang kontak tersebut bermula pada Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.

Saat itu, Darmasin pergi memancing bersama anak dan cucunya menggunakan dua unit longboat. Darmasin dan Dicky berada dalam satu longboat, sedangkan anak Darmasin menggunakan longboat lainnya seorang diri.

Sekitar pukul 13.30 Wita, longboat yang ditumpangi anak Darmasin sempat singgah di Sikeli untuk memberikan ikan kepada keluarga. Setelah itu, ia kembali melanjutkan aktivitas memancing.

Darmasin bersama cucunya terakhir kali terlihat oleh anaknya sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu, posisi keduanya diperkirakan sekitar 2 NM dari Pulau Basa.

Keluarga mulai khawatir setelah Darmasin dan Dicky belum kembali ke Pulau Sagori hingga Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Sebab, biasanya Darmasin kembali dari melaut pada keesokan harinya.

Keluarga bersama masyarakat kemudian melakukan pencarian secara mandiri. Namun, pencarian belum membuahkan hasil hingga laporan diterima Basarnas.

Operasi SAR pun dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur. Setelah melalui proses pencarian, kedua korban akhirnya ditemukan di pesisir Pulau Basa dalam keadaan selamat.

Berdasarkan informasi BMKG, kondisi cuaca selama operasi cukup mendukung. Cuaca cerah dengan kecepatan angin sekitar 12 kilometer per jam dari arah timur laut dan ketinggian gelombang berkisar 0,5 hingga 1,25 meter.

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan ikuti WhatsApp channel portal.id